Suara.com - Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang menyebut dua juta kasus belum terlaporkan lebih banyak kasus negatif tidak sesuai dengan kenyataan.
Dicky mengatakan, jika memang benar dua juta kasus tersebut lebih banyak kasus negatif seharusnya rumah sakit tidak penuh dan angka kematian tidak melonjak seperti sekarang.
"Karena bila betul ada dua juta kasus negatif yang belum terlaporkan, padahal faktanya di rumah sakit dan kematian yang tidak bisa elakkan, itu pun belum yang terburuk, angka kematian," kata Dicky kepada Suara.com, Senin (8/2/2021).
Namun, Dikcy menilai jika memang benar dua juta kasus tersebut kebanyakan negatif maka ada yang salah dengan strategi 3T testing, tracing, dan treatment yang dilakukan di Indonesia.
"Kalau betul 2 juta itu negatif dan itu akan menurunkan test positifivty rate, maka kita harus evaluasi strategi 3T kita, karena ada kesalahan target karena orang yang dites ini berapa kali negatif dan itu tidak berkontribusi ke perbaikan situasi, berarti harus dilakukan evaluasi," jelasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi mengklaim dua juta kasus yang belum terlaporkan dalam data nasional adalah kasus-kasus negatif Covid-19.
Jodi beralasan, selama ini banyak laboratorium yang cenderung lebih dahulu melaporkan kasus positif agar segera mendapat penanganan, sehingga data kasus negatif tertunda untuk dilaporkan.
“Sebenarnya bukan dua juta kasus positif yang belum masuk. Tetapi, ada banyak hasil tes negatif yang tertunda untuk dilaporkan oleh laboratorium. Karena jumlah tes yang besar dan tenaga entry terbatas, laboratorium cenderung lebih dahulu melaporkan hasil positif agar bisa segera ditindaklanjuti,” kata Jodi dalam keterangannya, Minggu (6/2/2021).
Dia menegaskan yang dimaksud Luhut akan berpengaruh pada positivity rate adalah 2 juta data tersebut justru akan membuat angka positivity rate menurun, bukan meningkat.
Baca Juga: Dua Juta Kasus Covid-19 Belum Terdata, Jubir Luhut: Kebanyakan Negatif
“Jadi ketika data tersebut nanti sudah terintegrasi dan dimasukkan, angka positivity rate juga akan turun karena memang banyak data kasus negatif yang tertunda untuk dilaporkan sebelumnya. Jadi artinya bukan ada kasus positif yang ditutupi dan yang ditakutkan terjadi lonjakan rasa-rasanya tidak akan terjadi,” jelasnya.
Meski begitu, Jodi mengakui perbedaan data pusat dan daerah memang menjadi masalah dalam penanganan Covid-19.
Berita Terkait
-
ASN Pemprov Papua Ikuti Apel Terakhir, Tiga Bulan Kedepan Dihentikan
-
Vaksinasi Covid-19 SMDK Tabanan Ditargetkan Rampung 24 Februari
-
Ribuan Pasien Covid-19 di Boyolali Sembuh
-
Waduh! 3 Pasang Pengantin di Lebak Gagal Pesta Usai Dibubarkan Satgas Covid
-
CDC: 4 Kelompok Orang Berikut Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap