Suara.com - Talenta muda atau milenial akan dilatih dengan kemampuan-kemampuan khusus menghadapi revolusi 4.0. Mereka termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Kerja (Kemnaker).
"Talenta muda atau milenial akan kita latih dengan kemampuan-kemampuan khusus menghadapi revolusi 4.0. Talenta itu harus bisa beradaptasi, berkreasi, dan berinovasi," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dalam Penyerahan Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil Formasi Tahun 2019 Kementerian Ketenagakerjaan RI di Jakarta, Rabu (10/2/2021).
Ida menambahkan, salah satu program Kemnaker yang menjadi fokus saat ini adalah pengembangan talenta muda. Talenta muda tidak hanya angkatan kerja di luar Kemnaker, tetapi juga yang berada di dalam Kemnaker, termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemnaker.
Ia berpesan kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), agar terus mengembangkan diri selama bekerja di Kemnaker. Pengembangan diri yang dimaksud berupa kemampuan bahasa asing, teknologi informasi, dan komunikasi personal dan interpersonal.
"Saya kira kemampuan-kemampuan ini merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi oleh penerus-penerus Kementerian Ketenagakerjaan ini," ucapnya.
Menurutnya, beberapa pembekalan tersebut akan membentuk CPNS sebagai pegawai pemerintahan yang tangguh, lincah, dan mampu beradaptasi dengan baik menghadapi perubahan yang akan sangat dinamis pada masa yang akan datang.
"Kalau kita semua di Kementerian Ketenagakerjaan, tidak bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman, saya kira kita akan tertinggal dan pada akhirnya karena kita pengelola, kita berkontribusi menenggelamkan orang lain yang menjadi stakeholder kita saat ini," terangnya.
Ia mengingatkan kepada CPNS, agar dalam bekerja dilakukan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, memiliki loyalitas yang tinggi, inovatif, dan kreatif. Dengan cara itu, sambungnya, CPNS dapat berkontribusi secara nyata kepada Kemnaker dan Indonesia.
"Saya yakin dan percaya Saudara semua merupakan orang-orang yang tepat untuk bisa mengemban tugas dan tanggung jawab tersebut sesuai dengan jabatan masing-masing," ucapnya.
Baca Juga: Para Istri Pejabat Kemnaker Sumbang Uang bagi Korban Longsor Sumedang
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, menjelaskan alasan SK CPNS Formasi 2019 yang baru diberikan pada 2021. Menurutnya, formasi 2019 dilaksanakan pada akhir tahun anggaran 2019, sehingga diputuskan pada waktu itu oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Seluruh rangkaian proses dijalankan pada 2020.
“Namun demikian, pandemi Covid-19 menghantam semua negara, termasuk Indonesia, sehingga proses tersebut tidak bisa diselesaikan pada 2020, dan baru selesai pada 2021,” kata Anwar.
Sebagaimana diketahui, pada tahun anggaran 2019, Kemnaker mendapatkan 416 formasi yang di tempatkan masing-masing unit kerja di lingkungan Kemnaker, baik pusat maupun UPTP yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, dengan rincian 313 jabatan funsional tertentu dan 103 jabatan pelaksana.
Berita Terkait
-
Kemnaker: Penyaluran BSU Pekerja Telah Terealisasi 98,92 Persen
-
Indonesia dan Arab Saudi Sepakat Lindungi Pekerja dengan lebih Baik
-
Kemnaker : Penerapan K3 Bertujuan untuk Mencegah Kecelakaan di Tempat Kerja
-
Para Istri Pejabat Kemnaker Sumbang Uang bagi Korban Longsor Sumedang
-
Kemnaker dan Pemda Siapkan Pekerja bagi PT IWIP di Maluku Utara
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Pidato Pertama Usai Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
Terkini
-
Gus Yusuf Serukan NU Kembali Guyub Usai Muktamar: Tak Ada Lagi Kubu-kubuan
-
Jakarta-Jambi Perkuat Kerja Sama, Dari Transformasi Digital hingga Pelatihan Pemadam Kebakaran
-
Daya Beli Melemah di Era Prabowo-Gibran, Harga Kebutuhan Pokok Jadi Beban Warga
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Sosok Wakapolda Riau: Pernah Tangkap Hercules, Kini Jadi Kapolda di Papua
-
Bukan Cuma Pembakar Lapangan, Wamen HAM Ungkap Siapa yang Harus Diseret ke Hukum Saat Karhutla
-
Gerindra Protes Approval Rating Prabowo di Bawah 50 Persen: Padahal Kerjanya Bagus
-
Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polisi dan Pertanyakan HP yang Hilang
-
Dari Pracimantoro hingga Papua Membongkar Mitos Pembangunan Jawa-Sentris
-
Kualifikasi Piala Asia U-20 2026: Australia Bawa 3 Pemain Liga Inggris Hadapi Timnas Indonesia