News / internasional
Rendy Adrikni Sadikin | Rima Suliastini
Donald Trump dengan topi MAGA merah yang jadi ciri khasnya. (Instagram: @realdonaldtrump)

Suara.com - Donald Trump lolos dari pemakzulan untuk kedua kalinya. Mantan Presiden AS ini mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu untuk 'merayakan' kebebasannya.

Menyadur Forbes Senin (15/02), ia mengatakan bahwa gerakan 'Make America Great Again' atau yang populer dengan singkatan MAGA baru saja dimulai.

"Terima kasih yang terdalam pada senator dan anggota DPR yang berdiri dengan bangga untuk Konstitusi yang dihormati dan untuk prinsip-prinsip sakral di jantung negara kita," ujarnya.

Ia memojokkan Demokrat dan menuduh telah melakukan pembalasan politik dan berupaya untuk menjatuhkan dirinya dengan menekankan sudut pandang yang tidak disetujui.

Baca Juga: Trump Diblokir Twitter Selamanya, Meski Jadi Presiden Lagi

Dalam pidatonya, Donald Trump tak minta maaf atas perannya dalam serangan gedung Capitol lalu. Sebaliknya, ia menyebut dirinya sebagai korban.

Donald Trump saat meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya. (AFP/Mandel Ngan)

"(Aku korban) perburuan penyihir terbesar dalam sejarah negara dan tak ada presiden yang pernah mengalami hal seperti itu."

"Make America Great Again baru saja dimulai," ujarnya sambil mengatakan ada banyak hal untuk dibagikan dengan para pendukungnya dalam beberapa bulan mendatang.

Senat memutuskan untuk membebaskan Donald Trump dalam pemungutan suara 57-43, dengan 7 suara 'membelot' dari Senat Republik untuk menghukumnya atas serangan Capitol 6 Januari.

Meskipun memberikan suara untuk pembebasan Trump, Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell menyatakan ia masih bisa dituntut.

Baca Juga: Waduh! Twitter Blokir Trump Selamanya, Meski Calonkan Jadi Presiden Lagi

"Kami memiliki sistem peradilan pidana di negara ini. Kami memiliki litigasi perdata. Dan mantan presiden tidak kebal untuk dimintai pertanggungjawaban oleh salah satunya," katanya.

Komentar