Suara.com - Donald Trump memberikan banyak pandangannya setelah lengser dari kekuasaan dalam Newsmax TV yang dipandu oleh Greg Kelly. Salah satunya tentang keputusan Twitter yang memblokirnya seumur hidup.
Menyadur Newsmax Kamis (18/02), Donald Trump mengatakan ia sedang berusaha untuk tidak cerewet tentang pemerintahan yang baru di tangan Joe Biden.
"Saya benar-benar ingin diam. Memang tak sesepi itu, tapi terus terang saya hanya ingin sedikit lebih diam," ujarnya pada Greg Kelly.
Sudah menjadi budaya bagi mantan Presiden AS untuk tak terlalu dini mengkritik pemerintahan yang baru. Biasanya mereka, kecuali Barack Obama, akan memberikan waktu sebelum melontarkan pendapat.
Kelly merujuk pada fakta bahwa Trump tidak selalu diam terutama ketika kebijakan luar negerinya yang berkaitan dengan China dan Iran diungkap oleh pemerintahan Biden.
Lalu tentang kebijakan Twitter yang memblokirnya seumur hidup, Trump mengatakan kini media sosial itu sedikit membosankan karena tak ada keterlibatan dirinya.
"Saya mengerti di Twitter, itu menjadi sangat membosankan dan jutaan orang pergi," kata Trump. "Mereka meninggalkannya karena tidak sama dan aku bisa memahaminya."
Trump memicu pembicaraan tentang kemungkinan memulai platform media sosialnya sendiri untuk mendukung pandangan dari 75 juta pemilihnya.
"Kami benar-benar dilecehkan di Twitter," kata Trump. "Mereka memasang berbagai macam bendera, hampir menandai semua hal yang Anda lihat, semua yang saya katakan sedang ditandai. Itu memalukan."
Baca Juga: Pakai 3.000 Dinamit, Gedung Kasino Bekas Milik Donald Trump Dirobohkan
"Dan ada negara asing lain yang mengatakan hal terburuk yang mungkin terjadi dan mereka tidak melakukan apa-apa. Ini menjadi sangat membosankan. Kami tidak ingin kembali ke Twitter."
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam