Suara.com - Puskesmas Kramat Jati, Jakarta Timur, membatasi jumlah kehadiran peserta vaksinasi COVID-19 dari kalangan masyarakat lanjut usia untuk mencegah kerumunan saat mengantre, Selasa (23/2/2021).
"Untuk lansia per hari sekitar 50-60 orang, itu jumlah maksimum. Kita bagi lagi dalam tiga sesi, pagi, siang dan sore, masing-masing 20 orang," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara.
Pengaturan gelombang kehadiran peserta vaksinasi itu dilakukan petugas puskesmas melalui pesan singkat kepada peserta.
"Tapi antusias mereka sejak pagi tadi luar biasa. Kita sudah usaha memberikan jadwal via WhatsApp, ada yang jam 08.00 WIB, 10.00 WIB dan seterusnya, tapi ternyata datang lebih awal semua. Bahkan ada yang ditunda karena kelelahan dia nggak tidur semalaman karena mau divaksin," katanya.
Inda mengatakan khusus peserta lansia umum dilakukan pengetatan pengawasan terhadap potensi penyakit bawaan.
Sehingga saat peserta tiba di meja registrasi dua, dokter akan menanyakan secara detail penyakit bawaan yang berpotensi menghambat perkembangan vaksin.
"Lansia memang kami mendapat arahan termasuk dari Dinkes juga, karena memang kondisinya takut ada penyakit bawaan. Pengawasan di meja dua harus hati-hati dan teliti serta kesiapan antisipasi untuk kondisi yang tidak diharapkan," katanya.
Selama proses vaksinasi, kata Inda, Puskesmas juga menyediakan fasilitas instalasi gawat darurat bagi pasien yang berisiko berikut satu unit mobil ambulans untuk keperluan rujukan.
"Intinya kami merespons semua kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkes untuk pelaksanaan vaksinasi bagi lansia. Kami melayani vaksinasi lansia umum karena ini baru pertama kali," katanya.
Baca Juga: Pedagang di Tanah Abang Bikin Kerumunan saat Divaksin, Wagub DKI Senang
Terhadap lansia yang bermasalah secara tekanan darah maupun gula darah, kata Inda, maka petugas meminta yang bersangkutan untuk berkonsultasi dengan dokter serta proses vaksinasinya ditunda.
"Tensi tinggi atau gula darah tidak terkontrol kita sarankan dipending harus konsultasi dokter dulu. Kalau kondisi siap silakan divaksin," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur