Suara.com - Luna Watfa sebelumnya dipenjara oleh dinas rahasia Suriah atas perjuangannya mengungkap ketidakadilan. Kini, Luna menemukan keadilan lewat persidangan kasus kejahatan terhadap kemanusiaan di pengadilan Koblenz, Jerman.
Luna (bukan nama asli) menghabiskan lebih dari 60 hari menanti jawaban atas keadilan untuknya.
"Saya ingat apa yang terjadi pada saya," katanya.
"Ketika saya harus mendengar detail yang sama tentang penyiksaan dari para saksi, itu sangat sulit bagi saya."
Pada April 2020, dua mantan anggota dinas rahasia Suriah diadili di pengadilan Koblenz atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
Vonis di Kota Koblenz menandai pertama kalinya pengadilan memutuskan perkara penyiksaan yang terjadi di luar negeri.
Seorang saksi lainnya, mengisahkan penganiayaan berat yang dilakukan oleh seorang penjaga yang juga menyiksa Luna.
Di ruang tamu rumahnya di Koblenz, Luna bercerita tentang hidupnya di Suriah 10 tahun lalu.
Dia berbicara tentang kondisi penjara yang menyedihkan. Dia dipenjara bersama 20 perempuan lainnya di dalam ruangan sempit berukuran 10 meter persegi.
Baca Juga: Pengadilan Jerman Jatuhkan Putusan Bersejarah Terkait Penyiksaan di Suriah
Kejahatan terhadap kemanusiaan
Luna berada di pengadilan pada hari Rabu (24/02), ketika putusan pertama diumumkan. Dia tidak pernah melewatkan satu hari pun proses persidangan.
Salah satu saksi adalah pria yang Luna sebut "Penggali Kubur". Dia muncul pada pertengahan September secara anonim atas alasan keamanan keluarga, itulah sebabnya dia diperkenalkan sebagai saksi "Z 30/07/19" dalam persidangan.
Mantan pegawai administrasi pemakaman Damaskus itu menggambarkan bagaimana dia dipaksa dinas intelijen Suriah untuk mengangkut mayat dan menguburnya di kuburan massal.
Dia harus melakukan pekerjaan tersebut beberapa kali dalam sepekan.
Ratusan mayat yang dilihatnya menunjukkan tanda-tanda pelecehan berat.
Berita Terkait
-
Bayern Muenchen Bantai Wolfsburg 8-1 di Allianz Arena
-
Hasil Bundesliga: Diwarnai Drama 6 Gol, Frankfurt versus Dortmund Berakhir Kecewa
-
Harry Kane Akui Sulit Belajar Bahasa Jerman, Sampai Ikuti Les Dua Kali Seminggu
-
Lothar Matthaus: Jamal Musiala dan Wirtz Kunci Kebangkitan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
-
Profil Nomor 9 Baru Milik AC Milan, Niclas Fullkrug: Striker Raksasa dari Jerman
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Data Genangan dan Banjir Pagi Ini: Ketinggian Air di Pasar Minggu Mencapai Hampir Satu Meter
-
Hujan Angin, Pohon di Kemang Sempal Hingga Tutup Jalan
-
Banjir Arteri Lumpuhkan Akses Keluar Tol, Polisi Rekayasa Lalin di Rawa Bokor
-
Tiba di Banjarbaru, Prabowo Bakal Resmikan 166 Sekolah Rakyat
-
Jakarta Hujan Deras, Sejumlah Koridor Transjakarta Alami Perpendekan Jalur Akibat Genangan Air
-
Menteri Abdul Muti Resmi Menghapus Sanksi Sebagai Efek Jera di Sekolah
-
Perjalanan KRL Kacau Balau Terdampak Hujan Lebat: Rel Terendam Banjir hingga Pohon Tumbang
-
Pagi Kelabu Warga Jakarta Selatan: Macet dan Genangan Jadi Ujian Kesabaran di Awal Pekan
-
SPinjam Luncurkan JELAS TANPA JEBAKAN, Anda Bisa Pilih Pinjaman Daring Bunga Rendah dan Transparan
-
Fakta-fakta Penembakan Renee Good oleh Petugas ICE dan Gelombang Protes di AS