Suara.com - Seorang remaja dengan 22 ribu pengikut di TikTok ditahan polisi. Menyadur News Senin (01/03) Claire Miller yang berumur 14 tahun ini diduga membunuh kakak kandungnya.
Akun TikTok miliknya @spiritsanduchconsulting, ditandai karena melanggar pedoman komunitas aplikasi, yang mempromosikan atau terlibat dalam kekerasan, menurut Business Insider.
Belakangan akun tersebut akhirnya ditutup karena sebuah postingan yang dia buat sehari sebelum menikam saudara perempuannya yang berusia 19 tahun, Helen Miller.
Tragisnya, sang kakak adalah seorang penderita kelumpuhan otak yang sehari-hari beraktifitas dari kursi roda.
Tidak jelas apa yang digambarkan dalam video TikTok remaja bermasalah ini, tapi tangkapan layar menunjukkan Miller melampiaskan tentang ayahnya.
Pembunuhan ini terbongkar ketika ia menelepon polisi sekitar jam 1 pagi untuk melaporkan telah menikam saudara kandungnya. "Saya menikam kakak saya," ujarnya histeris.
Polisi bergegas ke rumahnya dan menemukan Miller dengan celana berlumuran darah saat dia mencoba mencuci tangannya di salju.
Remaja itu kemudian mengarahkan petugas ke kamar tidur di mana mereka menemukan Helen Miller dengan luka tusuk yang fatal di leher. Ia dinyatakan meninggal pada 4.13 pagi.
Claire Miller sekarang didakwa sebagai orang dewasa atas pembunuhan. Pejabat polisi mengatakan motif belum ditentukan.
Baca Juga: Warga Boyolali Tikam Seorang PNS, Masalahnya Gegara Istri Sering Ditelepon
Miller telah mengumpulkan 22 ribu pengikut di TikTok sebelum akunnya dihapus, meskipun tidak jelas apakah berita penangkapannya telah meningkatkan jumlahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara