Suara.com - Perusahaan e-commerce Amazon meluncurkan logo baru pada bulan Januari. Tak jauh berbeda dari desain lamanya, logo yang diperbarui ini memiliki selotip biru di atas gambar senyum yang jadi ciri khas Amazon.
Logo baru ini menuai banyak komentar termasuk menyamakannya dengan sikat gigi. Di level yang lebih tinggi, netizen menyamakannya dengan kumis tokoh Nazi Adolf Hitler.
Tak mau memiliki citra buruk, perusahaan multinasional ini buru-buru mengubah logonya menjadi selotip yang sedikit terlipat.
"Sayangnya bagi Amazon, visualisasi pita paket mereka pada logo asli dikaitkan sebagai kumis Hitleresque, karena bentuk itu selamanya tertanam di otak [bawah sadar]," ujar Kepala eksekutif agensi, Vicky Bullen.
"Kami merancang ikon baru untuk memicu kegembiraan saat pelanggan memulai belanja mereka di ponsel, seperti yang mereka lakukan saat melihat kotak kami di depan pintu," jelas pihak Amazon.
Logo aplikasi yang muncul di smartphone dan tablet sebelumnya menunjukkan grafik troli belanja. Desain baru terinspirasi dari kardus paket Amazon berwarna coklat, dengan senyum khas perusahaan dan selotip biru.
Brand designer Laura Weldon mengatakan merek akan selalu mengubah logo mereka, mengikuti arus sepanjang waktu.
Gerak cepat Amazon untuk mengubah desain logonya dianggap baik karena membuktikan perusahaan ini mendengarkan pelanggan dengan seksama.
"Itu mencerminkan Amazon mendengar Anda. Jelas mereka peduli dengan apa yang dikatakan pelanggan dan menempatkan pelanggan pada tujuan inti dari apa yang mereka lakukan. Itu hal yang baik."
Baca Juga: Miris, Hutan Hujan Amazon Dijual Secara Ilegal di Facebook
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan