Suara.com - Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI dipimpin oleh Amien Rais pada hari ini, Selasa (9/3/2021) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Amien Rais lewat akun Instagram miliknya membagikan catatan hasil pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 15 menit itu. Termasuk di dalamnya pengantar pertemuan yang isinya mengungkit Surah Al-Maidah ayat 32 dan An-Nisa ayat 93.
Dikabarkan dalam catatan "Aspirasi Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 Laskar FPI pada Audiensi dengan Presiden", pertemuan tersebut dimulai pada pukul 10:05 WIB.
Adapun perwakilan TP3 yang turut menghadiri pertemuan antara lain Amien Rais, Abdullah Hehamua, Muhyidin Junaedi, Marwan Batubara, Firdaus Syam, Wirawan Adnan, dan Ustaz Sambo.
Sementara itu, pada acara tersebut Presiden Jokowi didampingi oleh dua menteri yakni Menkopolhukam Mahfud MD dan Mensesneg Pratikno.
Adapun acara audiensi tersebut dibagi menjadi beberapa babak, dibuka dengan penyampaian pengantar dari Amien Rais yang catatannya terlampir pada lampiran kedua.
Dalam pengantar pertemuan yang dibacakan Amien Rais itu, dikutip Surat Al-Maidah ayat 32 dan An-Nisa ayat 93.
Adapun terjemahan surah Al-Maidah ayat 32 itu berbunyi:
"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena ornag itu membunuh orang lain, atau bukan karena orang itu berbuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh umat manusia. Dan barang siapa menyelamatkan kehidupan seseorang, maka seakan-akan dia telah menyelamatkan kehidupan seluruh umat manusia".
Baca Juga: Pemerintah Berpeluang Ajukan Revisi UU ITE di Prolegnas Prioritas, Jika..
Sementara itu, berikut ini terjemahan surah An-nisa ayat 93:
"Dan barang siapa membunuh seorang Beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahanam dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya".
Menyambung isi pengantar pertemuan itu, ditulis pula bahwa berdasarkan arahan dari Surah Alquran, pembentukan TP3 dilakukan dan diketuai oleh Ambdullah Hehamua.
Adapun TP3 bermaksud untuk ikut mencari penyelesaian pelanggaran HAM berat yang menimpa 6 laskar FPI dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek km 50.
Amien Rais cs Bertemu Jokowi
Dalam pertemuan dengan Jokowi, Amien Rais mengatakan bahwa dia menduga tewasnya enam laskar FPI akibat ditembak mati polisi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek adalah tindakan pelanggaran HAM berat.
Mahfud MD membeberkan soal pertemuan Amien Rais dkk dengan Jokowi di Istana Kepresidenan. Lantaran dianggap sebagai pelanggaran HAM berat, kata Mahfud MD, tujuh anggota TP3 itu mendesak agar kasus tewasnya 6 Laskar FPI dibawa ke Pengadilan HAM.
Menkopolhukam itu juga menuturkan, dalam pertemuan sekitar 15 menit dengan Jokowi, TP3 meyakini telah terjadi pembunuhan yang dilakukan dengan cara melanggar HAM berat, bukanlah pelanggaran HAM biasa.
Kemudian Jokowi kata Mahfud MD juga sudah meminta Komnas HAM untuk bekerja secara independen. Tidak hanya itu, Komnas HAM disebutnya juga sudah memberikan laporan dan empat rekomendasi kepada Jokowi.
Adapun hasil temuan Komnas HAM, bahwa kasus tewasnya 6 Laskar FPI di KM 50 merupakan pelanggaran HAM biasa.
Respons Publik
Unggahan Amien Rais menuai berbagai macam komentar. Beberapa warganet berharap agar kasus ini segera diselesaikan.
"Ikhtiar. Semoga Allah mudahkan jalan mencapai keadilan dan kebenaran," komentar Nit*********za.
"Selamat berjuang Pak Amien," timpal At********03.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Anggota DPR Desak Transparansi Penuh Kasus ABK Terancam Hukuman Mati: Jangan Ada Permainan Aparat!
-
Vonis 15 Tahun Anak Riza Chalid, Hakim Juga Bebankan Uang Pengganti Rp 2,9 Triliun
-
Ada Demo Mahasiswa di Mabes Polri Siang Ini, 3.093 Personel Kepolisian Disiagakan
-
NasDem Usul PT 7 Persen, Demokrat: 4 Persen Saja Sudah Terlalu Tinggi!
-
ShopeeFood Temani Momen Ramadan dengan Diskon Kuliner dan Promo Seru Setiap Hari
-
Dua Wajah THR: Berkah Bagi ASN, 'Penyakit Tahunan' Bagi Buruh Swasta?
-
Anggaran Kaltim Disunat 75 Persen, Gubernur Malah Beli Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar, DPR: Tidak Peka!
-
Kembali ke Tanah Air Usai Lawatan, Ini Oleh-oleh yang Dibawa Prabowo
-
Buruh Kompak Desak Reformasi SJSN, Minta Revisi UU Libatkan 10 Konfederasi
-
Bukan Lagi Teka-teki, KPK Akhirnya Tahu Total Kerugian Negara Kasus Kuota Haji, Siap Umumkan?