Suara.com - Empat orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka ketika sebuah bom menghantam sebuah bus yang membawa pegawai pemerintah Afghanistan pada Kamis (18/3/2021).
Menyadur Straits Times, Kamis (18/3/2021) ledakan itu menghantam sebuah bus Kementerian Informasi dan Teknologi Afghanistan di Kota Kabul.
Menurut Abdul Samad Hamid Poya, seorang penasihat kementerian mengungkapkan jika bus tersebut diperuntukan transportasi pegawai.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab langsung atas ledakan itu, tetapi pemerintah Afghanistan menuduh Taliban.
Pemerintah Afghanistan juga menyalahkan kelompok tersebut atas serangan baru-baru ini yang menargetkan pegawai pemerintah, tokoh masyarakat sipil, dan jurnalis, namun dibantah.
Pengeboman itu terjadi pada hari pemerintah Afghanistan, Taleban dan negara-negara kunci, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, berkumpul di Moskow untuk berunding guna mendorong proses perdamaian.
Kementerian pertahanan Afghanistan juga mengatakan bahwa sembilan anggota militer tewas dalam kecelakaan helikopter yang terjadi pada Rabu malam waktu setempat.
Dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa helikopter itu terkena roket saat lepas landas di provinsi Maidan Wardak tengah.
Tidak jelas siapa yang menembakkan roket tersebut dan belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Baca Juga: Pelabuhan di Perbatasan Afghanistan-Iran Kebakaran, 100 Kapal Tanker Ludes
Kementerian pertahanan mengatakan sedang menyelidiki kecelakaan itu, yang menewaskan awak helikopter serta pasukan khusus yang ada di dalamnya.
Sumber angkatan udara mengatakan helikopter itu dalam misi pasokan termasuk mengangkut jenazah seorang tentara dan anggota militer yang terluka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan