Suara.com - Warga Taiwan berbondong-bondong ganti nama menjadi 'gui yu' yang berarti salmon demi mendapatkan promosi makan sushi sepuasnya dari restoran setempat.
Menyadur Guardian Kamis (18/03), ratusan orang mendatangi kantor pemerintah Taiwan untuk mengubah nama mereka menjadi salmon secara resmi.
Ada 150 orang yang ganti nama dan pejabat meminta kepada warga untuk berhenti mengubah identitas mereka karena promosi restoran.
Sementara itu, Taiwan mengizinkan orang untuk mengubah nama mereka secara resmi hingga tiga kali.
Sebuah jaringan restoran Sushi menawarkan promosi bagi pelanggan yang membawa kartu identitas bernama 'gui yu' alias salmon untuk makan sushi sepuasnya bersama lima orang teman.
"Perubahan nama semacam ini tidak hanya membuang waktu tetapi juga menyebabkan dokumen yang tidak perlu. Saya harap orang bisa lebih rasional," kata wakil menteri dalam negeri, Chen Tsung-yen.
Salah satu warga yang ganti nama bahkan menyisipkan karakter tambahan agar identitas barunya terdengar lebih menarik.
"Saya baru saja mengganti nama pagi ini dan menambahkan karakter 'Bao Cheng Gui Yu' dan kami sudah makan lebih dari Tw $ 7.000 (Rp 3,5 juta)," kata seorang mahasiswa bermarga Ma pada TVBS di kota Kaohsiung selatan.
Jika diterjemahkan secara kasar, nama baru Ma akan terdengar seperti "Ikan Salmon yang Terlihat Menarik".
Baca Juga: Nekat! Pria Ini Santap Sushi Salmon Mentah dengan Cokelat Air Mancur
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak
-
MK Minta Pemohon Uji Materi KUHP dan KUHAP Baru Cermati Gugatan Agar Tidak Bersifat Prematur