Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meminta kepada semua pegawai di lingkungan Balai Besar Pengembangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (BBPK3) Makassar untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Berbagai inovasi dan terobosan, dapat dilakukan walaupun dengan alokasi anggaran yang kurang memadai.
"Kita harus bisa memanfaatkan apa yang ada dan memaksimalkannya dengan cara memprioritaskan apa yang seharusnya," kata Ida saat meninjau di BBPK3 Makassar, Jumat (19/03/2021).
Lebih lanjut, Ida mengatakan BBPK3 Makassar mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan pengujian, pemeriksaan K3, peningkatan kapasitas tenaga K3, serta pemberdayaan di bidang K3.
Untuk itu, Ida meminta agar pegawai BBPK3 Makassar harus mulai berubah dan berpikir kreatif atau out of the box, tidak seperti biasanya dan bisa memaksimalkan apa yang sudah ada.
"Untuk itu saya mendorong teman-teman di BBPK3 untuk berpikir inovasi dengan gagasan-gagasan yang ada dan jangan patah semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Kepala BBPK3 Makassar, Aminah AS, mengatakan, sebagai salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Ketenagakerjaan, BBPK3 Makassar memiliki tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang K3.
"Oleh karena itu, BBPK3 sangat berterima kasih dengan kehadiran Ibu Menteri Ida Fauziyah, semoga bisa membangkitkan semangat pegawai BBPK3 untuk terus berinovasi dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Aminah.
Berita Terkait
-
Menaker Minta Kadisnaker Bersinergi Kawal Implementasi UU Cipta Kerja
-
Ciptakan Ketenagakerjaan yang Kondusif, Menaker Kukuhkan APKI dan AMHI
-
Menaker : Upaya Pemerintah Tanggulangi Dampak Covid-19 Berhasil Signifikan
-
Tinjau Penerima JPS TKM di Boyolali, Menaker: Harus Diberi Akses Lagi
-
Menaker: Kalau BLK Ternyata Lahirkan Pengangguran Baru, Tutup Saja
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?