Suara.com - Setelah menjalankan tugas-tugas berbahaya, seperti melacak bom dan menghalau massa demonstran, anjing dan kuda di dinas pemerintahan berhak bisa pensiun dengan layak.
Pekerjaan mereka termasuk berisiko tinggi. Mencari orang-orang yang masih hidup di reruntuhan gedung, melacak bahan peledak, buron, dan penyelundup obat-obatan terlarang.
Selain itu, mereka juga membantu petugas keamanan dalam mengendalikan kerumunan massa. Semuanya dilakukan dengan imbalan makanan, tempat tinggal, dan sekali-kali, usapan di kepala.
Tetapi saat pensiun tiba, berakhir pula perawatan negara untuk para anjing dan kuda yang bertugas di kepolisian, penjaga perbatasan, dan dinas pemadam kebakaran di Polandia.
Mereka bebas tugas begitu saja, tanpa adanya perlindungan kesejahteraan masa depan. Menyusul seruan dari anggota dinas terkait, Kementerian Dalam Negeri Polandia lalu mengusulkan undang-undang yang akan memberi status resmi kepada hewan-hewan ini, dan memberikan pensiun untuk membantu membayar tingginya ongkos perawatan yang akan ditanggung pemilik baru para hewan ini.
Kewajiban moral
Menteri Dalam Negeri Mariusz Kaminski menggambarkan rancangan undang-undang tersebut adalah kewajiban moral yang harus mendapat dukungan suara bulat saat diajukan ke parlemen untuk disetujui pada akhir tahun ini.
Jika nantinya berhasil lolos, undang-undang baru ini akan memengaruhi sekitar 1.200 anjing dan lebih dari 60 kuda yang saat ini masih bertugas.
"Ada lebih dari satu nyawa manusia telah diselamatkan, lebih dari satu penjahat berbahaya telah ditangkap berkat hewan-hewan yang bertugas ini,” ujar Kaminski pada Februari lalu.
Baca Juga: Thailand Latih Anjing Pelacak Covid-19, Diklaim 95 Persen Akurat
Menurut data Kementerian Dalam Negeri Polandia, setiap tahunnya, sekitar 10% hewan yang bertugas di dinas negara dipensiunkan.
Sebagian besar dari hewan itu adalah anjing jenis gembala jerman atau belgia.
Pawel Kuchnio, seorang pawang anjing pelacak di Kepolisian Warsawa, Orbita, mengatakan anjing pensiunan dari dinas kepolisian hampir selalu butuh perawatan medis yang mahal untuk menangani keluhan seperti tegangnya sendi belakang.
Adanya uang pensiun untuk para hewan ini "pasti akan sangat membantu dan mempermudah segala sesuatu,” ujar Kuchnio.
RUU tersebut nantinya akan mengonfirmasi aturan tidak tertulis bahwa pawang hewan punya prioritas pemeliharaan sebelum hewan-hewan ini ditawarkan untuk diadopsi.
Tetapi yang lebih penting, RUU ini juga akan memperluas tanggung jawab negara atas hewan-hewan tersebut hingga masa pensiun mereka dan menjamin dukungan finansial bagi pemiliknya.
Anjing dan kuda berhak pensiun dengan layak
Slawomir Walkowiak, 50, pensiunan polisi yang merawat pensiunan anjing dan kuda di satu-satunya tempat penampungan khusus Polandia, yakni The Veterans 'Corner, mengatakan pembayaran rutin dari negara akan meredakan kekhawatiran atas tagihan yang relatif besar setiap bulannya.
Tempat penampungan pensiunan hewan yang dikelola secara pribadi di Gierlatowo, di daerah Polandia tengah, ini menampung 10 anjing, dan lima pensiunan kuda polisi di sebuah lahan yang luas.
Kuda tertua di sana, Hipol, berusia akhir 20-an dan hampir buta. Walkowiak mengatakan bahwa bila Hipol hidup di kandang biasa, kesempatan hidup baginya terbilang kecil.
Walkowiak mengatakan banyak pensiunan anjing yang akhirnya harus dirantai atau diberi tugas yang tidak sesuai, karena orang mengira mereka akan menjadi penjaga yang baik untuk pertanian atau properti lainnya. Tapi ini belum tentu benar.
"Seekor anjing bisa saja tiba-tiba ingat bahwa ia dilatih untuk menggigit dan akan mulai menggigit, dan ketika ditinggalkan sendirian di rumah ia dapat menghancurkan sofa karena ia ingin ada sesuatu di mulutnya,” kata Walkowiak.
Di Warsawa, perwira polisi berkuda Dariusz Malkowski mengatakan harus membayar biaya kandang untuk kuda bernama Rywal yang berusia 13 tahun jika ia ingin memeliharanya setelah kuda itu pensiun.
Uang sewa sebuah stal kandang kuda di dekat Warsawa bisa mencapai sekitar 2.500 zloty (lebih dari Rp 9 juta) sebulan.
Sementara di Polandia, gaji bulanan rata-rata per bulan sebelum pajak adalah sekitar 5.500 zlotys (sekitar 20 juta).
Ini berarti biaya untuk kandang kuda saja akan menghabiskan sekitar separuh dari gaji kotor rata-rata per bulan.
Rekan yang saat itu sedang berpatroli dengan Malkowski, yakni Sersan Katarzyna Kuczynska, mengendarai Romeo II yang berusia 13 tahun.
Romeo II biasa dipanggil Romek dan bisa mengenali Kuczynska dari suaranya.
"Hewan-hewan ini telah bekerja untuk negara, mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik dan mereka berhak atas perawatan kesehatan dan pensiun yang layak, dalam kasus kuda, mereka layak berada di padang rumput hijau,” kata Kuczynska. ae/yp (AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?