Suara.com - Seorang guru di Inggris yang memicu aksi protes akibat mempertontonkan kartun Nabi Muhammad di kelas, saat ini ketakutan dan mengaku mendapat ancaman pembunuhan.
Menyadur The Telegraph, Rabu (31/3/2021) guru pelajaran agama tersebut saat ini sedang bersembunyi setelah menerima ancaman pembunuhan.
Bahkan ia memberi tahu keluarganya "semuanya sudah berakhir" dan dia tidak akan pernah bisa kembali ke pekerjaan atau rumahnya.
Batley Grammar School di West Yorkshire terpaksa harus memulangkan siswanya lebih awal minggu lalu dan mengeluarkan permintaan maaf setelah orang tua dari anak-anak Muslim berkumpul di gerbang untuk melakukan aksi protes. Guru agama tersebut digambarkan sebagai "teroris" dalam surat dari salah satu tokoh masyarakat.
Keluarga guru tersebut kini menuduh kepala sekolah, Gary Kibble, "melemparkannya ke bawah bus" dengan gagal melawan sudutnya saat dia hidup sebagai buronan.
"Putraku terus menangis dan berkata bahwa semuanya sudah berakhir baginya. Dia khawatir dia dan keluarganya semua akan terbunuh," ujar ayah guru tersebut dikutip dari The Telegraph.
"Dia tahu bahwa dia tidak akan bisa kembali bekerja atau tinggal di Batley. Itu terlalu berbahaya bagi dia dan keluarganya." sambungnya.
Guru, yang tinggal bersama pasangan dan anak-anaknya, khawatir dia akan mengalami nasib yang sama seperti Samuel Paty, seorang guru yang dipenggal di Paris tahun lalu setelah menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad saat pelajaran tentang kebebasan berekspresi.
"Lihat apa yang terjadi pada guru di Prancis yang terbunuh karena melakukan hal yang sama. Akhirnya mereka akan mendapatkan anak saya dan dia tahu ini. Seluruh dunianya telah terbalik. Dia hancur," ujar ayah guru itu kepada MailOnline.
Baca Juga: Pesan Terakhir Sergio Aguero usai Resmi Tinggalkan Manchester City
"Ketika dia mulai berbicara, dia menangis dan menangis. Dia menjadi emosional. Dia merasa semuanya rusak dan sejujurnya, sulit untuk menghiburnya saat ini karena itulah kebenarannya." sambungnya.
Guru tersebut telah diskors oleh Batley Grammar School, dan sekolah tersebut meminta maaf kepada orang tua atas penggunaan kartun yang dianggap "tidak tepat".
Kartun tersebut dilaporkan diambil dari surat kabar satir Prancis Charlie Hebdo, yang mengalami insiden penyerangan oleh teroris pada tahun 2015.
Ayah guru tersebut mengatakan kamera CCTV telah dipasang untuk memantau rumah putranya setelah sempat didatangi sekelompok pemuda tidak dikenal.
Sang ayah berkata: "Bahkan jika dia mendapatkan pekerjaannya kembali, bagaimana mungkin dia bisa kembali ke Sekolah Tata Bahasa Batley? Itu terlalu berisiko. Dan bagaimana dia bisa berjalan keliling kota dengan anak-anaknya, melakukan hal-hal normal karena tahu dia bisa dibunuh?"
Ibu guru tersebut juga bersembunyi, kata sang ayah, menjelaskan: "Istri saya ketakutan bahwa kami juga akan menjadi sasaran. Dia tidak bisa tinggal di rumah kami. Seluruh kejadian ini memiliki dampak yang menghancurkan bagi kami, dan kami semua takut dengan situasi yang kami hadapi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran