Suara.com - Eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab kembali menyampaikan protes dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021). Kali ini Rizieq minta hakim beri catatan pasalnya ia merasa jaksa penuntut umum telah lakukan kebohongan publik.
Protes Habib Rizieq disampaikan di akhir persidangan dengan agenda pembacaan nota pendapat jaksa penuntut umum atas eksepsi Rizieq terkait perkara swab test RS Ummi Bogor. Awalnya jaksa baru saja selesai membacakan nota pendapatnya.
Ketua majelis hakim Khadwanto melihat gestur gerakan tangan ke atas Rizieq kala jaksa bacakan pendapatnya. Hakim kemudian mempersilakan Rizieq untuk berbicara.
Rizieq pun mengaku dirinya melakukan aksi angkat tangan bukan untuk menanggapi konteks pendapat jaksa yang dibacakan. Namun, dirinya hanya meminta hakim untuk memberikan catatan pasalnya ia menilai jaksa telah melakukan kebohongan publik.
Jaksa dianggap Rizieq telah mengatakan dalam nota pendapatnya menyatakan bahwa sidang dengan agenda eksepsi Rizieq telah disiarkan secara langsung melalui streaming PN Jakarta Timur. Rizieq tak terima, sebab ia merasa eksepsi itu tak pernah disiarkan secara langsung.
"Saya minta dibuatkan satu catatan dari majelis ini karema jaksa penuntut umum barusan telah melakukan pembohongan secara terang-terangan tadi di awal sidang kami nyatakan keberatan yg eksepsi saya tidak disiarkan secara streaming yang tadi sudah diterima laporan saya majelis hakim ya mulia dan akan ditindak lanjuti," kata Rizieq.
"Tapi ternyata jaksa penuntut umum secara terang-terangan di halaman 23 eksepsi saya disiarkan secara live dan disaksikan jutaan penonton ini kebohongan jadi saya minta majelis ini tidak dikotori dengan kebohongan jaksa penuntut umum," sambungnya.
Rizieq merasa jaksa telah menyampaikan kebohongan yang fatal dengan menyebut persidangan dengan agenda eksepsi Rizieq disiarkan secara langsung melalui streaming.
Baca Juga: Jaga Ketat Sidang Rizieq, 1.394 Personel TNI-Polri Dikerahkan ke PN Jaktim
"Jadi mohon maaf tadi saya angkat tangan saya ingin menghentikan kebohongan. Saya tidak mau sidang ini dikotori oleh kebohongan publik yang dilakukan jaksa penuntut umum yang siarkan secara nasional melalui streaming dan disaksikan jutaan orang. Sedangkan eksepsi saya nggak disiarkan," tuturnya.
Mendengar hal itu, jaksa angkat bicara. Jaksa mengungkit pada saat sidang eksepsi Rizieq, kuasa hukum terdakwa juga telah melakukan streaming secara sendiri dalam persidangan. Kemudian dibalas lagi, kuasa hukum mengklaim streaming tersebut hanya untuk dokumentasi pribadi, bukan disiarkan secara langsung ke publik.
Lebih lanjut, majelis hakim pun meminta permasalahan streaming tidak diperdebatkan lagi. Pasalnya hakim akan langsung berkoordinasi dengan pihak PN Jakarta Timur.
"Tidak usah diperdebatkan lagi. Semua sudah dicatat keberatan terdakwa. (Keberatan jaksa) semuanya sudah dicatat," kata Hakim.
Dalam kasus swab test RS UMMI, Habib Rizieq Shihab didakwa dianggap telah menyebarkan berita bohong atau hoaks yang menyebabkan keonaran soal kondisi kesehatannya yang terpapar Covid-19 saat berada di RS UMMI Bogor.
Habib Rizieq dalam perkara tersebut didakwa dengan Pasal 14 ayat (1), ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 14 ayat (1), ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Berita Terkait
-
Jaga Ketat Sidang Rizieq, 1.394 Personel TNI-Polri Dikerahkan ke PN Jaktim
-
Selalu Hadir di Sidang Habib Rizieq, Yuyun dan Siti Ingin Dicatat Malaikat
-
Minta Hakim Tolak Eksepsi Rizieq, Jaksa: Kami Tak Pernah Zalami Terdakwa!
-
Rizieq Protes ke Hakim: Kenapa Eksepsi Saya Tak Disiarkan Langsung?
-
Rizieq Sebut Bima Arya Kriminalisasi Pasien Hingga RS, Jaksa: Tak Berdasar!
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
Pilihan
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
Terkini
-
Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
-
Cak Imin Soal Konflik PBNU: Kita Prihatin, Saya Yakin Warga Nahdliyin Semuanya Merasa Sedih
-
Curhat di Depan Pemuda Lintas Iman, Cak Imin: Maklum, Saya Kalah Terus
-
Kemendagri Raih Predikat Istimewa Indeks Reformasi Hukum Kementerian/Lembaga dan Pemda 2025
-
Kecam Pemerkosaan di Taksi Online, Anggota DPR Desak Polisi Terapkan UU TPKS
-
Tewas Menabrak Pohon, Gary Iskak Diduga Tak Pakai Helm Saat Kecelakaan Tunggal
-
Bobby Nasution Pimpin Langsung Percepatan Evakuasi dan Pembukaan Jalur Darurat di Tapteng
-
Polisi Pastikan Gery Iskak Tewas Akibat Kecelakaan Tunggal saat Mengendarai RX King
-
Kisah Heroik Wali Kota Sibolga Ahmad Syukri: Nekat Jalan Kaki 4 Hari di Tengah Longsor
-
Bercak Darah di Pohon Jadi Saksi Bisu, Ini Kronologi Aktor Gary Iskak Tewas dalam Kecelakaan Maut