Suara.com - Seorang pria di Inggris dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membunuh dan memutilasi istrinya sendiri. Menyadur Independent Rabu (31/03), semua ini dipicu oleh keripik kentang.
Pertengkaran ini terjadi 23 Mei tahun lalu di mana pelaku yang bernama Thomas McCann (49) mencekik istrinya, Yvonne (46) setelah wanita itu mengeluarkan keripik kentang beku seharga Rp 60 ribu dari freezer.
Berdasarkan penyelidikan, pasangan yang sudah menikah 24 tahun itu mulai retak semenjak sang istri selingkuh dengan pria lain pada tahun 2013.
Semenjak itu, suaminya jadi mudah cemburu dan emosinya gampang tersulut dari hal-hal sepele, seperti keripik kentang yang berakhir pada pembunuhan istrinya.
"Tampaknya pemicunya adalah beberapa keripik kentang beku bekas," ujar Jaksa Andrew Smith dalam persidangan pada Sabtu pagi.
"Selama argumen itu, sekarang jelas bahwa pelaku menyerang Yvonne, mencekiknya sampai mati di kamar mandi dan setelah itu dia memotong-motong tubuhnya di bak mandi."
Bagian tubuh Yvonne kemudian ditemukan oleh pejalan kaki anjing di Reddish Vale Country Park, Stockport. Polisi menemukan dua tas berisi jenazah manusia, kemudian empat lagi setengah mil jauhnya di area lain taman.
Pelaku terlihat dalam rekaman kamera keamanan membawa tas sampah ke dalam mobil dan membawanya ke taman. Dia juga terlihat melemparkan delapan kantong plastik ke sebuah lompatan di dekat Pusat Daur Ulang Bredbury.
Thomas akhirnya mengakui kejahatannya kepada polisi, dan mengatakan bahwa dia kehilangan kendali dan tidak bisa berhenti. Iadipenjara seumur hidup pada hari Selasa dengan hukuman minimal 13 tahun empat bulan.
Baca Juga: Abadikan Jajanan Favorit, Wanita Ini Bikin Anting dari Keripik Kentang
"Tindakan Anda setelah pembunuhan merupakan faktor yang memberatkan yang serius," kata Hakim Alan Conrad QC sambil menjatuhkan hukuman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Lebih dari Modal Usaha, PNM Bantu Mimpi Anak Nasabah Lewat Bantuan Pendidikan
-
IM3 Tak Lagi Jual Koneksi Saja, Airena Kreatif Bawa AI dan Adobe ke Bisnis Kreator hingga UMKM
-
Dor! Akhir Pelarian Begal Sadis Lampung Utara yang Tembak Perut Pelajar
-
18 Kode Redeem FC Mobile Aktif 29 Agustus 2026, Kesempatan Dapat Pemain OVR 118 dan Koin Gratis
-
Nenek Suhaena Ditemukan Hangus Terbakar di Ladang Sunyi Sumenep
-
7 Cara Membersihkan Inner Pot Keramik Rice Cooker agar Awet, Jangan Asal Cuci
-
Sabtu Pagi Berselimut Polusi, Jakarta Kembali Masuk Daftar Kota dengan Udara Terburuk Dunia
-
Saatnya Ganti Provider agar Dunia dalam Genggaman
-
20 Kode Redeem FF Terbaru 29 Agustus 2026: Klaim Skin Langka dan Diamond Gratis
-
Pasca-Penggerudukan, Pihak Yayasan SDI Pembangunan Pamulang Laporkan Rektor UIN Jakarta ke Polisi