- Anggota Komisi A DPRD menyoroti semrawut tata ruang Kalideres dan Cengkareng karena penumpukan permukiman dan industri.
- Rencana pembangunan pemakaman di Kamal dan krematorium dekat RSUD Kalideres memicu protes warga setempat.
- Gubernur DKI Jakarta akan menelusuri legalitas perizinan proyek pembangunan krematorium tersebut untuk evaluasi mendalam.
Suara.com - Kawasan Kalideres dan Cengkareng di Jakarta Barat kini tengah menjadi sorotan tajam akibat tata kota yang dinilai semakin semrawut.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, menyesalkan penataan ruang di wilayah tersebut yang terkesan bercampur aduk tanpa perencanaan yang jelas selama bertahun-tahun.
Ia menyoroti bagaimana permukiman, sekolah, hingga kawasan pergudangan dan industri menumpuk dalam satu zona tanpa didukung infrastruktur jalan yang memadai.
Ketidakteraturan ini memaksa warga harus berbagi ruas jalan sempit dengan kendaraan besar, seperti truk kontainer, yang melintas setiap harinya.
"Akibatnya, Kalideres semakin macet dan tidak tertib," ujarnya, mengutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta.
Persoalan tata kota ini semakin memanas ketika muncul rencana pembangunan area pemakaman di Kelurahan Kamal dan krematorium di dekat RSUD Kalideres.
Rencana tersebut memicu gelombang protes dari warga setempat yang merasa bakal terdampak langsung oleh keberadaan fasilitas tersebut.
William menilai proyek krematorium dan pemakaman itu berpotensi menambah beban kawasan jika tidak dibarengi dengan penataan ulang tata ruang secara komprehensif.
Selain masalah sosial, ia juga menyinggung harga perumahan yang terus melonjak, namun tidak diiringi dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
Baca Juga: DPRD DKI Dorong Penertiban Manusia Gerobak: Tidak Hanya Digusur, Tapi Diberi Pelatihan Agar Mandiri
Selama ini, kawasan Kalideres dan Cengkareng dianggap hanya diposisikan sebagai daerah penyangga di Jakarta Barat tanpa perhatian mendalam terhadap kualitas hidup warganya.
William mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan di wilayah tersebut agar lebih tertata.
Merespons polemik yang berkembang, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan tanggapannya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/2/2026).
Pramono mengaku akan segera menelusuri legalitas dan prosedur perizinan dari proyek pembangunan krematorium yang dipersoalkan warga tersebut.
"Itu saya akan dalami dulu, apakah perizinannya dan izinnya sudah ada. Terus terang, ketika melihat ada warga yang melakukan protes, saya juga kaget," kata Pramono.
Hingga saat ini, pihak Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk melakukan pendalaman lebih lanjut guna memastikan pembangunan tersebut tidak menabrak aturan tata ruang yang berlaku.
Berita Terkait
-
DPRD DKI Dorong Penertiban Manusia Gerobak: Tidak Hanya Digusur, Tapi Diberi Pelatihan Agar Mandiri
-
Gelar Aksi, Warga Tagih Janji Ganti Rugi Lahan Flyover Pramuka Rp369 Miliar ke DPRD DKI
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Ketua DPRD DKI Minta 13 Sungai Jakarta Dikeruk hingga 5 Meter untuk Halau Banjir
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kronologi Ahmad Sahroni Diperas Rp 300 Juta oleh Oknum yang Mengatasnamakan KPK
-
Resmi Dilantik Jadi Ketua Ombudsman 20262031, Hery Susanto Siap Benahi Internal Lembaga
-
Tradisi Taklimat Prabowo Dinilai Perkuat Koordinasi Pemerintahan
-
Wacana Pelarangan Vape di Indonesia, Apa Sebenarnya yang Terjadi dan Apa Risikonya?
-
Momen Prabowo Berdiri di Hadapan 'Gunungan' Uang Rp11,4 Triliun di Kejagung
-
Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
-
Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir
-
Yusril Ungkap Alasan Kasus Andrie Yunus Masih di Pengadilan Militer, Singgung Usulan Hakim Ad Hoc
-
Sok Jagoan Pecahkan Mangkok Bakso dan Peras Warga, Preman Tanah Abang Ternyata Lagi Fly Sabu!
-
Kendaraan Listrik Jadi Fokus Transisi Energi, Benarkah Sudah Sepenuhnya Bersih?