Suara.com - Orang tua disebut sempat mencari-cari Zakiah Aini, pelaku penyerangan terhadap Mabes Polri setelah pamit keluar rumah. Meski sempat pamit, keluarga sempat mau melapor ke polisi karena Zakiah tak kunjung pulang hingga akhirnya mendapatkan kabar jika Zakiah tewas saat melakukan penyerangan ke Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) kemarin.
Hal itu diungkap Ketua RT tempat tinggal Zakiah, Kasdi saat ditemui wartawan di Kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, siang ini.
Kasdi mengatakan, awalnya Zakiah izin kepada ibunya untuk pergi keluar rumah pada Rabu pagi. Namun, menurutnya, wanita muda berusia 26 tahun itu tak menjelaskan soal lokasi yang dituju ketika pamit kepada ibunya.
"Jam setengah 9 keluar katanya 'mah, saya mau keluar sebentar' tapi sampai seharian sampai magrib sampai meninggal itu enggak ada kabar," kata dia.
Menurutnya, keluarga juga tak mengetahui Zakiah pergi dengan siapa ketika pamit keluar rumah termasuk soal naik kendaraan apa ketika wanita muda itu pergi.
"Karena kalau tidak ada yang jemput tidak mungkin, kalo pakai motor kan wajar tapi kan engga tahu," kata dia.
Lantaran Zakiah tak kunjung pulang, lanjut Kasdi, keluarga sempat ingin melapor ke kantor polisi terdekat.
"Kata keluarganya sih tadinya sudah mau lapor ke kepolisian dari pagi jam 9 pagi sampai magrib belum pulang-pulang," kata dia.
Keluarga, lanjut Kasdi mendadak kaget ketika mendapatkan kabar jika Zakiah tewas karena penyerangan di Mabes Polri. Kabar itu diketahui ketika aparat kepolisian mendatangi kediaman Zakiah.
Baca Juga: Ngeri Pesan Terselubung Zakiah Aini untuk Kaum Lelaki: Jangan Mau Kalah
"Ya kaget lah pasti pas mendengar kabar. Apalagi ketika polisi datang ke sini," tandasnya.
Kronologi Penyerangan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya, membeberkan kronologi saat Mabes Polri diserang teroris wanita bernama Zakiah Aini, Rabu kemarin.
Menurutnya, Zakiah sempat berbincang dengan salah satu petugas yang sedang berjaga sebelum melakukan penyerangan.
Menurutnya, saat berbicang dengan petugas, Zakiah berpura-pura menanyakan kantor pos. Tak berapa lama, setelah menuju lokasi yang ditanyakan, pelaku kembali dan langsung menyerang petugas dengan senjata api.
"Ditunjukan ke arah kantor pos tersebut. Namun, kemudian yang bersangkutan kembali, dan melakukan penyerangan ke anggota di pos jaga," kata Listyo di Mabes Polri, Rabu malam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD