Suara.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan kelompok moderat juga perlu berasatu untuk meredam narasi sesat yang kerap disampaikan kelompok berpaham radikal.
"Kemudian juga yang tidak kalah pentingnya dengan situasi kekinian Polri melihat pentingnya persatuan dari kelompok-kelompok moderat. Jika tidak bersatu kelompok moderat ini maka kelompok kecil-kecil itu akan menguasai narasi. Sehingga akan membentuk opini publik yang sangat menyesatkan," kata Rusdi dalam diskusi Forum Risalah Jakarta secara daring, Minggu (4/4/2021)
Rusdi berujar permasalahan ihwal terorisme merupakan hal kompleks. Sehingga penangannya perlu melibatkan berbagai kalangan, dalam mencegah merebaknya paham ekstremisme.
"Ini perlu sekali karena permasalahan terorisme tidak masalah yang enteng. Tetapi masalah yang kompleks sehingga penyelesaiannya adalah bisa melalui dilalui bagaimana potensi-potensi sumber daya anak bangsa ini," ujar Rusdi.
"Bergerak bersama untuk sama-sama menghadapi daripada pemahamanan maupun aksi teror yang terjadi di tanah air," sambungnya.
Rangkaian Teror Dianggap Rekayasa
Brigjen Rusdi mengatakan sebagian masyaraka masih tidak percaya bahwa rangkaian aksis teror merupakan kejadian yang nyata.
Rusdi berujar sebagian bukan saja tidak percaya, melainkan ada sebagian masyarakat yang juga justru memilih untuk tidak mempercayai bahwa terorisme nyata adanya.
"Gerakan radikal yang ada sebagaian masih tidak percaya. Atau sebagian sengaja tidak percaya. Ini masih terjadi di masyarakat," kata Rusdi.
Baca Juga: Mantan Teroris Sebut Paham Radikal Masih Masif dan Menyebar
Kelompok-kelompok masyarakat tersebut menganggap serangan teroris di Gereja Katedral Makasar dan Mabes Polri hasil rekayasa.
"Bahkan ada yang berpendapat bahwa kasus Makassar terus kemudian juga penembakan di Mabes Polri itu rekayasa kata mereka," ujar Rusdi.
Rusdi menuturkan kepercayaan masyarakat tersebut hanya membuat bingung masyarakat.
"Masih ada kelompok kelompok seperti itu yang tidak percaya dan sengaja memang membuat masyarakat jadi bingung. Ini realitas yang perlu kitaa hadapi bersama," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno