Suara.com - Mantan Narapidana Teroris (Napiter) dan Pembina Hubbul Wathon Indonesia 19, Haris Amir Falah mengatakan bahwa paham radikalisme masih sangat masif menyebar di tanah air.
Hal itu menyusul adanya aksi teror bom di depan Gereja Katederal pada Minggu (28/3/2021) dan serangan teros di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021).
"Karena sebagai bukti masih ada aksi-aksi teror dan lagi-lagi sasarannya adalah orang-orang yang memang tidak bersalah, termasuk di dalamnya misalnya di depan Katedral Makassar, kemudian sudah menyasar ke Mabes Polri," kata Haris dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya "Bersatu Melawan Teror", Sabtu (3/4).
Haris menuturkan aksi radikalisme bukan bagian dari ajaran agama manapun termasuk Islam. Karenanya melawan terorisme, melawan radikalisme bukan melawan agama.
"Kita harus punya kesepakatan untuk memberantas ini semuanya. Karena daya rusaknya itu sangat luar biasa dan saya secara pribadi pernah mengalami itu," ucap dia.
Hari mengatakan dalam melaksanakan aksi teror, kelompok teroris melakukan dua hal yakni menciptakan momentum atau bertemu momentum. Hal tersebut ia alami saat pernah menjadi teroris.
"Aksi teror itu selalu memang dua orang-orang atau kelompok seperti ini ya sebagaimana yang pernah saya rasakan dulu. Pertama adalah menciptakan momentum atau kemudian dia akan bertemu dengan momentum," tuturnya.
Haris menduga bahwa terduga teroris di Makassar dan di Mabes Polri dalam menjalankan aksinya ingin menciptakan momentum yang dianggap mereka ada sebuah ketidakadilan.
"Sangat boleh jadi dua (pelaku teroris) itu bisa terjadi ya mungkin orang ingin menciptakan sebuah momentum, karena ada isu-isu yang yang kelihatannya menurut kacamata orang-orang radikal ini kan misalnya ketidakadilan seperti itu ya. Jadi momentum itu biasanya kalau mau diciptakan mahal ya , mereka lebih lebih memilih bertemu dengan momentum," katanya.
Baca Juga: Pemprov DKI Bakal Sebar Duta Damai, Ajarkan Anak Sekolah Tidak Radikal
Ketika ditanya apakah pandemi menjadi momentum para teroris menjalankan aksinya, Haris mengatakan bahwa justru pandemi dijadikan momentum untuk menjalankan aksi teror. Ia pun menyebut para teroris adalah orang yang sudah mati rasa kemanusiannya.
"Justru itu pandemi dimanfaatkan. Orang-orang seperti itu (Teroris) kan sudah mati rasa kemanusiaannya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini