Suara.com - Mengaku menjadi dokter spesialis bedah, MK (25), asal Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, mengerjai seorang ibu rumah tangga asal Buduran beinisial LM (27). Aksinya terungkap berkat keberanian korban dan sekarang MK meringkuk di tahanan polisi Sidoarjo.
Perkenalan MK dengan LM melalui Facebook setahun yang lalu dan di situ pula mereka berbagi nomor telepon.
Beberapa hari yang lalu, MK kembali menghubungi LM. MK mengajak LM bertemu dan MK berjanji akan memberikan sejumlah uang kepada perempuan bersuami itu.
Mungkin sudah kadung percaya, LM memenuhi permintaan MK untuk mengirimkan foto telanjang sebelum pertemuan.
“Dari situlah awal perkara ini,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Sidoarjo Kompol M. Wahyudin Latif dikutip dari laporan Beritajatim.
Tiga hari setelah mengirimkan foto telanjang, LM dan MK bertemu di sebuah kamar hotel. Sekitar satu jam, mereka di dalam hotel.
“Setelah bertemu untuk pertama kali, akhirnya korban merasa takut diketahui suaminya dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pelaku,” kata Latif.
Tapi MK menolak mengakhiri huhungan dengan tersebut. MK mulai mengancam dan memeras.
“Pelaku sempat mengirimkan foto telanjang tersebut kepada salah satu teman korban,” kata dia.
Baca Juga: Nekad Foto Telanjang saat Siang Bolong, Sekelompok Wanita Ini Ditangkap
MK meminta uang kepada LM sebesar Rp7,5 juta kalau tak ingin foto tersebar lagi. LM menghubungi MK untuk memberitahukan hanya mempunyai uang Rp2 juta.
Merasa diperas, LM melaporkan kasus ke polisi tanpa sepengetahuan MK.
Pada hari berikutnya, LM mengatakan kepada MK bersedia menyerahkan uang di SPBU Jenggolo, Sidoarjo.
“Saat menyerahkan uang itulah, anggota langsung menangkapnya,” kata Latif.
“Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 27 ayat 1 tentang UU ITE dan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan.”
Berita Terkait
-
Gresik Phonska Tidak Terkalahkan Sepanjang Putaran Pertama Proliga 2026
-
Kisah Ibu Cholifah: Dari Warung Sederhana, Percaya Diri Bantu Ekonomi Keluarga
-
Proliga 2026 Putri Memanas! Berikut Klasemen dan Daftar Top SKor Terbaru
-
Tak Keluar Rumah, Tetap Berpenghasilan: Cara Ibu Rumah Tangga Jadi Mandiri Finansial
-
Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Siap Sapu Bersih Laga Kandang
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi
-
Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir
-
Rhenald Kasali Ingatkan Media: Jangan Jadi Budak Algoritma, Engagement Bisa Pengaruhi Kebijakan
-
PBNU Dukung Langkah RI Masuk Board of Peace, Gus Yahya: Demi Masa Depan Palestina
-
Air Mulai Surut, Tapi Jakarta Belum Sepenuhnya Aman: 30 RT Masih Dikepung Banjir