Suara.com - Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu lokasi yang terdampak banjir bandang dan longsor akibat badai siklon tropis Seroja. Sebanyak 18 orang tercatat meninggal dunia dan 38 orang lainnya hilang di daerah kepulauan ini.
Kamis (8/4/2021) Suara.com bersama tim Basarnas Special Group (BSG) mencoba menuju ke Lembata.
Untuk ke titik lokasi, kami harus menyebrang dari Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, NTT dengan menggunakan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas ke Pelabuhan Wulen Luo, Kabupaten Lembata, NTT.
Perjalanan kami mulai pukul 07.00 WITA dari Pelabuhan Larantuka. Kami tiba di Pelabuhan Wulen Luo sekira pukul 08.17 WITA. Perjalanan kami lebih cepat lantaran menggunakan kapal RIB. Sedangkan, jika menggunakan kapal kayu biasa, perjalanan bisa lebih lama lagi, memakan waktu hingga 4 jam.
Sepanjang perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan pulau-pulau kecil. Cuaca pagi ini cukup baik sehingga tidak terjadi kendala yang berarti.
Setibanya di Pelabuhan Wulen Luo, kami langsung bergerak menuju Kantor Bupati Lembata lama yang terletak di Jalan Trans Lembata, Lembata, NTT.
Perjalanan ditempuh sekira 10 menit dengan menggunakan mobil pickup.
Kantor Bupati Lembata ini dijadikan posko sementara bagi tim SAR. Kami menaruh beberapa peralatan sebelum akhirnya menuju ke titik lokasi bencana.
Baca Juga: Ngerinya Dampak Badai Seroja, 138 Tewas dan Nyaris 2.000 Rumah Rusak
Rencananya, kami akan menuju dua kecamatan di Kabupeten Lembata yang terdampak banjir bandang dan longsor. Dua kecamatan itu yakni Kecamatan Ile Ape Timur dan Ile Ape Barat.
Kepala Kantor SAR Maumere Putu Sudayana menyebutkan korban hilang di Kecamatan Ile Ape Timur tercatat sebanyak 20 orang. Sedangkan, di Kecamatan Ile Ape Barat sebanyak 18 orang dilaporkan hilang.
"Tim akan kami bagi dua, Tim Basarnas dalam hal berkolaborasi dengan seluruh potensi SAR yang ada salah satunya BSG," kata Putu di Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, NTT, Rabu (7/4/2021) malam.
Tag
Berita Terkait
-
Ngerinya Dampak Badai Seroja, 138 Tewas dan Nyaris 2.000 Rumah Rusak
-
Korban Tewas Badai NTT Bertambah Jadi 138 Orang, Hampir 2 Ribu Rumah Rusak
-
Dampak Banjir Bandang di Lembata 38 Orang Hilang
-
Banjir Bandang di Lembata 38 Orang Hilang, Tim SAR Mulai Evakuasi Besok
-
Mensos Ajak Masyarakat Ringankan Beban Korban Bencana NTT dan NTB
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?