Suara.com - SD Negeri Manggarai 03 di Tebet, Jakarta Selatan ditutup selama tiga hari jika ditemukan guru atau siswa yang positif COVID-19, menyusul program uji coba sekolah tatap muka di sekolah itu.
"Jika ditemukan ada yang positif, kami tutup sementara selama tiga hari," kata Kepala SDN Manggarai 03 Sri Kadarti di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat.
Menurut dia, selama penutupan sekolah akan disemprot disinfektan melalui kelurahan atau kecamatan. Meski demikian, ia berharap kasus positif akibat virus SARS CoV-2 itu tidak muncul dalam ujo coba sekolah tatap muka.
Hal itu, lanjut dia, karena para siswa sudah menerapkan protokol kesehatan dengan melengkapi diri masker dan sanitasi tangan.
Tak hanya itu, lanjutnya, sebelum mengikuti belajar tatap muka di sekolah, para siswa baru diperkenankan mengikuti kelas jika mendapat persetujuan orang tua.
Sedangkan selama di sekolah, pihaknya juga menyiapkan protokol kesehatan ketat, mulai mengukur suhu tubuh hingga mengarahkan siswa cuci tangan dan menggunakan masker.
Mereka juga dilarang keluar kelas untuk menghindari kerumunan dan tidak diperbolehkan makan selama berada di sekolah masa uji coba.
Di sekolah yang berlokasi di Jalan Manggarai Utara V Nomor 6 itu total siswa dari kelas I hingga VI mencapai 278 orang.
Namun, yang bisa mengikuti sekolah tatap muka hanya kelas IV, V dan VI yang diadakan bergiliran seminggu sekali, masing-masing pada Senin, Rabu dan Jumat dengan jumlah pelajar mencapai total 106 orang.
Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Berisiko Munculkan Klaster Baru, Apa Kata IDAI?
Setiap kelas, diisi sekitar 10-12 siswa dengan menerapkan standar dan protokol kesehatan.
Setiap Selasa, Kamis dan Sabtu pada setiap kelas akan dibersihkan dan disemprot disinfektan.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan sekolah harus ditutup jika ada siswa dan guru yang positif COVID selama uji coba hingga 29 April 2021 itu.
"Ini uji coba. Harapannya, tidak ditemukan kasus COVID saat anak-anak mulai pembelajaran untuk itu wali kelas betul-betul menyeleksi anak-anak. Mereka dilacak termasuk mengajak Puskesmas," katanya ketika meninjau uji coba belajar tatap muka di SMKN 15 Jakarta, Rabu (7/4).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya