Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memaklumi banyak siswa yang tidak diizinkan ikut uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Namun ia meyakini ke depannya jumlahnya akan bertambah.
Menurut Riza, para orang tua akan mengerti mengenai pentingnya sekolah tatap muka. Nantinya hal itu akan dibuktikan selama uji coba berjalan.
"Kami yakin orang tua akan semakin memahami, mengerti bahwa pembelajaran tidak semuanya dilakukan secara online," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Politisi Gerindra ini menyatakan banyak mata pelajaran yang tidak efektif jika diajarkan secara daring atau online. Perlu ada interaksi langsung antara guru dan murid.
"Apalagi utuk pelajaran tertentu yang membutuhkan diskusi, interaksi, apalagi praktek," jelasnya.
Cara untuk meyakinkan orang tua agar mengizinkan anaknya ikut PTM adalah dengan memastikan sarana dan prasarana di sekolah tersedia semua. Lalu protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 terus diterapkan dengan baik.
"Nanti para orang tua juga pada saatnya akan memahami dan mengerti sejauh mana, yang penting kami Pemprov khususnya dinas pendidikan berupaya meningkatkan dan mengoptimalisasi proses pembelajaran terbatas," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui banyak orang tua di Jakarta yang melarang anaknya mengikuti kegiatan uji coba sekolah tatap muka. Bahkan kebanyakan siswa yang tak diberikan izin berada di jenjang SMP-SMA.
Pada hari pertama pembukaan 85 sekolah kemarin, Riza mengatakan hanya 20-30, persen siswa yang mendapatkan izin dari orang tuanya. Kebanyakan tak membolehkan dan lebih ingin anaknya belajar di rumah.
Baca Juga: Ngeri! Selama Pandemi Covid-19, 30 Persen Siswa di Jember Putus Sekolah
"Ternyata saya tanya tadi dari SD, SMP, SMA ternyata makin tinggi (jenjang sekolah) siswanya makin banyak orang tua yang belum memberi kesempatan anak-anak sekolah di tatap muka langsung," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Sebaliknya, kata Riza, siswa SD malah paling banyak mendapatkan izin. Alasannya karena anak SD dapat diawasi secara intens oleh orang tuanya.
"Anak-anak SD lebih banyak karena anak SD diantar langsung oleh orang tua dipastikan kehadirannya dikawal dijaga," jelasnya.
Sementara itu siswa SMP dan SMA malah dikhawatirkan akan sulit diawasi. Selain itu juga kebanyakan mereka harus berangkat sendiri menggunakan transportasi umum.
"Kalau anak-anak yang lebih besar itu kan jalan sendiri, khawatir di tempat umum kereta di bus di halte dan tempat umum lainnya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Larangan Mudik, 3 Terminal Ditutup, Riza: Kurangi Mobilitas saat Lebaran
-
Ngeri! Selama Pandemi Covid-19, 30 Persen Siswa di Jember Putus Sekolah
-
Riza Minta Pengelola Apartemen Ikut Awasi Biar Tak Jadi Tempat Prostitusi
-
Bikin Tugu Sepeda di Kawasan Sudirman, Anies Habiskan Dana Rp800 Juta
-
Prostitusi Online Libatkan Bocah SD, DKI Bakal Sanksi Pengelola Apartemen
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Sejumlah Wilayah Palembang Akan Padam Listrik Hingga 6 Jam, Ini Lokasinya
-
Ulasan Novel Cinta di Dalam Gelas, Keberanian Maryamah Menantang Juara Catur
-
6 Sunscreen Mengandung Ceramide untuk Perbaiki Skin Barrier Rusak, Harga Mulai Rp40 Ribuan
-
Profil dan Peran Don Ritto dalam Kasus TPPU Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Horor dan Bikin Merinding! BabyMonster Rangkul Jati Diri di MV Lagu Moon
-
Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan
-
Mobil Bekas Terbaik dengan Harga Terjangkau Menurut Pakar: 2 EV Under 200 Juta Kasta Setara Ioniq
-
XLSMART Sambut Putusan MK soal Kuota Hangus, Siap Hadirkan Layanan Seluler Lebih Transparan
-
Review Cashero: Menyajikan Konsep Heroik yang Unik dan Sangat Menghibur!
-
Isuzu Dukung Implementasi Zero ODOL Demi Keamanan dan Ketahanan Kendaraan