Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, Taman Mini Indonesia Indah atau TMII akan dikelola sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. Hal ini menyusul terbitnya Peraturan Presiden/Perpres Nomor 19 Tahun 2021, tentang penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kementerian Sekretaris Negara, sehingga tak lagi dikelola oleh Yayasan Harapan Kita.
"Saya tegaskan, TMII ke depan akan dikelola sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. Serta sarana wisata edukasi bermatra budaya nusantara," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (9/4/2021).
Moeldoko berharap pengelolaan TMII kedepan akan semakin baik dan memiliki nilai ekonomi dan sosial budaya.
"Kami lihat bahwa perkembangan pariwisata ke depan semakin baik, maka TMII ke depan harus betul betul ditempatkan sebagai sebuah tempat yang memiliki nilai keekonomian, sosial budaya dan beragam nilai di dalamnya," ucap dia.
Moeldoko juga menyampaian terima kasih kepada Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto yang mempunyai ide membuat miniatur Indonesia.
"Untuk itu kita patut berterima kasih kepada bapak Soeharto dan ibu Tien yang punya ide yang begitu menjangkau masa depan. Tempat itu sampe saat ini bisa dinimati anak anak kita," tutur Moeldoko.
Kendati demikian kata Moeldoko perlu ada perbaikan dalam pengelolaan TMII. Pemerintah kata Moeldoko saat ini telah membentuk Tim Transisi untuk mengurus pengambilalihan TMII dari Yayasan Harapan Kita.
Adapun Tim Transisi diketuai oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama. Sementara tim pengarah di dalam Tim Transisi yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kantor Staf Presiden.
"Berikutnya Tim asistensi ada dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kapolda Jaya, Pangdam Jaya. Diberi waktu tiga bulan. Mulai kerja setelah dibentuk ini. Pembentukannya sudah ada jadi langsung kerja," tutur dia.
Baca Juga: Pemerintah Tunjuk Lembaga Ini Kelola Taman Mini Indonesia Indah
Lebih lanjut, Moeldoko mengingatkan agar tak ada lagi anggapan bahwa akan muncul yayasan baru yang dikelola Jokowi untuk mengelola TMII.
"Itu pandangan primitif. Jangan lagi ada pandanan seperti itu. Pak Jokowi sama sekali nggak berpikir seperti itu," ucapnya.
"Itu akan dikelola secara profesional oleh BUMN bidang pariwisata. Itu yang ingin kami jelaskan agar persoalan TMII clear dipahami dengan baik oleh masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Moeldoko mengatakan selama 44 Tahun, TMII yang dikelola Yayasan Harapan Kita mengalami kerugian dari tahun ke tahun. Bahkan kerugiannya mencapai Rp40 Miliar sampai Rp50 miliar per tahun, sehingga tak memberikan kontribusi kepada negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
HUT Bhayangkara ke-80, Disebut Jadi Momentum Merayakan Transformasi Polri
-
Skandal MBG Seret Jenderal Polisi, Bukti Bahaya Ketika TNI-Polri Aktif Duduki Jabatan Sipil
-
Qodari Beberkan Bukti Prabowo Berpihak ke Pertanian: Harga Pupuk Turun, Kesejahteraan Petani Naik
-
Qodari: 1.151 Km Jalan Daerah Dibangun Demi Pastikan Pemerataan Ekonomi
-
Raja Juli Akui Bupati Kuansing Tinggalkan Amplop di Kantornya
-
Namanya Terseret, Menhut Raja Juli Nyatakan Siap Bantu KPK Bongkar Kasus OTT Bupati Kuansing
-
Kena OTT KPK, Ini Rincian Harta Bupati Langkat Syah Afandin
-
30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
-
Main Mata Impor Barang KW, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Akhirnya Diseret ke Persidangan Hari Ini
-
Pria Bakar Diri Hingga Tewas di Depan Maskar Besar PBB New York