Suara.com - Pengelola Masjid Istiqlal, Jakarta mewajibkan seluruh jemaah yang akan ibadah selama bulan ramadan di tengah pandemi Covid-19 untuk mendaftarkan diri melalui aplikasi E-Istiqlal.
Kabid Pendidikan Dan Pelatihan Masjid Istiqlal Faried F. Saenong mengatakan, hal itu ditujukan mencatat setiap orang yang masuk sebagai upaya antisipasi tracing jika ada kasus Covid-19 di ke Masjid terbesar di Asia Tenggara itu.
"Para jemaah yang mau datang ke Istiqlal diharapkan mendownload aplikasi kita sudah bisa di android dan ios, dengan aplikasi itu kita bisa memudahkan tracing jika ada kasus (Covid-19), karena ini bukan masjid komunitas, jadi tempat singgah dan sebagainya juga, jadi harus diantisipasi juga," kata Faried dalam diskusi Satgas Covid-19, Jakarta, Senin (12/4/2021).
Faried menyebut sistem registrasi sudah dibuat tidak terlalu kompleks agar semua orang mudah menggunakannya melalui gadget masing-masing.
"Tinggal download secara manual dari market place yang ada, tinggal mengisi beberapa hal dan cukup, meskipun nanti setelah itu kita bisa banyak menerima manfaat dari E-Istiqlal itu sendiri," jelasnya.
Berikut panduan beribadah Ramadan di Masjid Istiqlal:
1. Istiqlal menyelenggarakan shalat tarawih dan shalat 5 waktu dengan pembatasan jumlah jamaah hanya 30 % (2000 jamaah) dari kapasitas ruang utama.
2. Istiqlal tidak mengadakan buka puasa Bersama, sahur Bersama, Qiyamullail dan i’tikaf.
3. Istiqlal tetap melayani Pembayaran dan pendistribusian Zakat, infaq dan Shadaqah.
Baca Juga: Hiks! Tak Ada Buka Puasa Gratis di Masjid Istiqlal Selama Ramadan 2021
4. Istiqlal tetap melayani konsultasi keagamaan, pengislaman dengan perjanjian
5. Istiqlal mengatur jam buka pintu gerbang:
- Buka jam 04.00 dan tutup Kembali jam 06.00
- Buka jam 11.00 dan tutup Kembali jam 14.00
- Buka jam 15.00 dan tutup Kembali jam 20.30
6. Kegiatan Ramadan di Istiqlal meliputi; shalat 5 waktu, shalat tarawih, ceramah tarawih, Kuliah subuh, dialog Zuhur dan Talkshow daring di Canal Youtube Masjid Istiqlal TV.
7. Istiqlal belum membuka pelayanan turis, dan jamaah ziarah.
8. Istiqlal memberlakukan peraturan ketat kepada jamaah antara lain;
a. Jamaah mematuhi protokol Kesehatan 5 M (Memakai Masker, Mengukur Suhu, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menjauhi Kerumunan)
b. Jamaah diwajibkan membawa peralatan shalat masing-masing
c. Dihimbau sudah berwudhu dari rumah
d. Tidak diperkenan membawa makanan
e. Menitipkan Sandal/sepatu dan barang bawaan di tempat yang sudah disediakan.
f. Anak kecil dan usia lanjut rentan terhadap virus covid-19 belum dibolehkan mengunjungi Istiqlal.
g. Membawa Hand Sanitizer.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
BPH Migas Pastikan BBM Aman di Tol Padaleunyi Jelang Puncak Arus Balik 2026
-
Studi: Industri Migas Tinggalkan Citra Energi Bersih, Kini Tekankan Ketergantungan Energi Fosil
-
Gus Yaqut Kembali ke Rutan KPK Usai Tahanan Rumah: Alhamdulillah, Sempat Sungkem ke Ibu Saya
-
Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran
-
Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia
-
KAI Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Hari Ini, 71 Ribu Penumpang Padati Stasiun
-
Arus Balik Lebaran: 52.926 Penumpang Tiba di Jakarta, Pasar Senen Terpadat
-
Rumah di Kembangan Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya Berlebaran
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?