Suara.com - Pasar Minggu salah satu pasar populer dan terbesar di Jakarta. Kehidupan di pasar ini seolah tak pernah mati. Baik pagi, siang maupun malam. Pukul beberapa saja kamu berkunjung kesini, kamu akan selalu menjumpai aktivitas jual beli. Berikut ini fakta Pasar Minggu.
Banyak orang yang menggantungkan hidupnya di Pasar Minggu. Bagaimana tidak? Pasar ini menjadi tempat menyuplai berbagai kebutuhan dasar warga Jakarta, khususnya Jakarta bagian Selatan.
Namun, menjelang puasa Ramadhan 2021, Pasar Inpres di Pasar Minggu dikabarkan terbakar. Pada tahun sebelumnya, pasar minggu juga terbakar. Selain itu, sempat juga terjadi kecelakaan maut di Pasar Minggu dan beberapa kejadian lainnya. Berikut ini fakta Pasar Minggu yang perlu kamu tahu.
1. Asal Usul Nama Pasar Minggu
Pasar Minggu adalah sebuah kawasan yang berada di Jakarta Selatan. Dinamakan Pasar Minggu karena dulunya aktivitas pasar berlangsung hanya setiap hari Minggu.
Pasar Minggu menjual kebutuhan sehari-hari. Mulai dari pakaian, sayuran, hingga buah-buahan. Sebenarnya aktivitas pasar berjalan pada hari lainnya juga, namun aktivitas yang paling ramai adalah hari Minggu.
2. Kecelakaan Maut Tahun 2020
Kecelakaan Maut tersebut terjadi pada 25 Desember 2020 lalu. Kecelakaan bermula saat terjadi cekcok antara anggota polisi yang mengendarai sebuah mobil dan pengendara lain. Keduanya sempat saling kejar-kejaran yang kemudian mengakibatkan kecelakaan.
Dalam kecelakaan tersebut, dikabarkan 3 pemotor jadi korban. 2 orang mengalami luka parah di bawa ke RS dan satu orang tewas di lokasi kejadian. Diketahui, korban tewas merupakan seorang ibu muda.
Baca Juga: Kondisi Kios Pedagang di Pasar Minggu Usai Kebakaran
3. Kebakaran Tahun 2020
Pada Desember 2020, rumah di kawasan Pasar Minggu dilalap si jago merah. Pada insiden kebakaran tersebut, diketahui dua orang tewas karena terjebak di kamar mandi dan kehabisan oksigen. Untuk memadamkan api tersebut, pihak Damkar mengirimkan 8 unit mobil pemadam kebakaran serta 40 personil.
4. Kebakaran Tahun 2021
Pada Senin malam (12/4/2021) sekitar pukul setengah 7 malam, Pasar Inpres di Pasar Minggu dikabarkan terbakar. Pada insiden kebakaran tersebut, pihak Damkar mengirimkan 30 unit mobil pompa dan 165 personil guna memadamkan api. Selain itu, satu unit robot penyemprot air juga dikerahkan. Api pun perlahan dapat dipadamkan
Nah, itulah beberapa fakta Pasar Minggu yang baru saja mengalami kebakaran.
Kontributor : Ulil Azmi
Tag
Berita Terkait
-
Robot LUF-60 Dikerahkan untuk Pemadaman Kebakaran Pasar Inpres
-
Kebakaran Rumah di Agam, Seorang Pria Tua Tewas
-
Ada Botol Nyangkut di Alat Kelamin Pria Ini, Pemadam Kebakaran Turun Tangan
-
Kondisi Kios Pedagang di Pasar Minggu Usai Kebakaran
-
Petugas Damkar di Depok Kena SP, Usai Bongkar Korupsi di Kantornya
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?
-
Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga
-
Gara-gara Ceramahnya, GAMKI dan Pemuda Katolik Resmi Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya
-
Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz
-
15.000 Paket Sembako dari Indonesia Tiba di Gaza, Baznas Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
-
Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana
-
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan