Suara.com - Tim Peneliti Utama Vaksin Nusantara, Kolonel Jonny, menjelaskan alur proses uji klinis tahap kedua vaksin gagasan Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, mulai Rabu (14/4/2021) hari ini.
Jonny mengatakan akan ada 180 orang yang ikut sebagai relawan uji klinis tahap II, mereka akan diambil darahnya kemudian diolah menjadi vaksin nusantara.
"Hari ini proses pengambilan sampel darah untuk diproses selama 7 hari. Memang vaksin lain tidak ada yang diambil darah, jadi ini bedanya, vaksin ini diambil dari sel tubuh kita sendiri," kata Jonny di RSPAD, Jakarta, Rabu (14/4/2021).
"Untuk fase 2 itu 180 orang, termasuk (anggota) DPR," sambungnya.
Selanjutnya, sampel darah putih dari relawan akan dibiakkan selama lima hari, lalu selanjutnya dikenalkan dengan protein spike dari virus SARS-CoV-2 selama dua hari.
"Jadi protein ini yang kita kenalkan selama dua hari. Jadi lima hari dibiakkan, dua hari dikenalkan, kemudian sel darah putih kita akan memori terhadap virus covid-19," jelasnya.
Setelah proses tujuh hari tersebut, relawan vaksin Nusantara akan kembali dipanggil ke RSPAD untuk disuntikkan kembali ke tubuh masing-masing relawan.
"Pembuatannya juga sudah biasa juga di sini untuk cell cure, dan biaya juga hampir sama vaksin virus lainnya," tutur Jonny.
Dia menyebut proses ini berbeda dengan donor plasma konvalesen, sebab ini merupakan vaksin sebagai pencegahan tertular Covid-19.
Baca Juga: Pimpinan DPR Klaim BPOM Persilakan Uji Klinis Tahap II Vaksin Nusantara
"Kalau (konvalesen) itu terapi, kalau vaksin ini untuk pencegahan karena kita sudah punya imunitas seluler yang sudah mengenali covid sehingga kalau covid masuk kita sudah lebih siap," paparnya.
Meski belum ada angka efikasinya, Jonny mengklaim Vaksin Nusantara bisa digunakan oleh siapa saja bahkan orang dengan komorbid seperti jantung.
"Pada dasarnya bisa semua orang, karena dari sel tubuh kita sendiri," tutup Jonny.
Sementara, BPOM dalam rapat bersama DPR pekan lalu menegaskan bahwa Vaksin Nusantara belum memenuhi Cara Pengolahan Yang Baik (Good Manufacturing Practices/GMP), Praktik Laboratorium yang Baik (Good Laboratory Practice/GLP), dan konsepnya belum jelas; terapi atau vaksin.
Oleh sebab itu, BPOM meminta tim peneliti untuk menghentikan sementara proses pengembangan vaksin dan kembali ke fase pra-klinik dengan melengkapi prosedur saintifik yang baik dan benar.
Berita Terkait
-
Belum Lolos Uji Klinis 1, Kok Anggota DPR Mau Disuntik Vaksin Nusantara?
-
Fraksi PKS di Komisi IX DPR Tak Ikut Uji Vaksin Nusantara, Ini Alasannya
-
Pimpinan DPR Klaim BPOM Persilakan Uji Klinis Tahap II Vaksin Nusantara
-
Percaya Vaksin Nusantara, Adian PDIP: Ini Persoalan Saya dengan Tubuh Saya
-
Tanpa Izin BPOM, Anggota DPR Nekat Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
-
Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Kemen PPPA Pastikan Hak dan Pendidikan Anak Tetap Terpenuhi
-
Reklamasi Terintegrasi, Wujud Komitmen Praktik Pertambangan yang Bertanggung Jawab
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Optimalkan Peran Keuchik Percepat Pendataan Kerusakan Hunian Pascabenca
-
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1, Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob
-
Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari Ini, Terutama Bagian Selatan dan Timur
-
Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir