Suara.com - Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kepatihan Setyawan menjelaskan masalah biaya pemakaman sebesar Rp5 juta, sebelumnya Rp500 ribu, yang menjadi bahan pembicaraan warga beberapa hari terakhir.
“Memang biaya pemakaman bagi warga luar Kelurahan Kepatihan senilai Rp5 juta. Kebijakan ini baru diberlakukan ya sejak bulan April ini. Kebijakan tersebut sudah melalui musyawarah warga Kepatihan,” kata Setyawan dalam laporan Beritajatim.
Kelurahan Kepatihan hanya memiliki satu tempat pemakaman yang dinamakan pemakaman Bibis.
Kebijakan biaya diambil sebagai upaya untuk mengendalikan warga di luar Kelurahan Kepatihan yang ingin dimakamkan di pemakaman Bibis. Pemakaman Bibis sekarang sudah padat.
“Sebelumnya dengan biaya makam Rp500 ribu, justru tidak bisa dikendalikan. Banyak warga diluar Kepatihan di makamkan di Bibis. Padahal kelurahan atau desa lain juga ada pemakamannya sendiri, bahkan ada yang punya dua atau bahkan lebih,” katanya.
Pemakaman Bibis berada di tengah kota sehingga bisa dijangkau dari berbagai penjuru.
“Dengan kebijakan yang baru tersebut, diharapkan warga luar Kepatihan berpikir ulang untuk memakamkan di pemakaman Bibis dan bisa dimakamkan di kelurahan atau desanya masing-masing,” katanya.
Kebijakan tersebut juga sudah diterapkan di kelurahan lain, namun nilainya bervariasi.
Biaya khusus yang dikenakan kepada warga luar Kepatihan nantinya digunakan untuk perawatan makam dan upah untuk juru kunci makam.
Baca Juga: Terkuak! Jasad Bayi Mengenaskan di Ponorogo Dibunuh Ibu Kandungnya Sendiri
“Selain menaikan biaya pemakaman bagi warga luar Kepatihan, masyarakat juga menyepakati agar tidak ada pengkijingan di makam Bibis ini,” kata dia.
Berita Terkait
-
Belum Teridentifikasi, 10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Massal
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Pengakuan Dokter Soal Jenazah ODGJ yang Dijual Buat Praktikum Mahasiswa Kedokteran
-
ODGJ Asal Ponorogo Dipasung 20 Tahun karena Diyakini Warga Punya Ilmu Sakti
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?