Suara.com - Presiden Chad, Idriss Deby Itno, tewas dalam pertempuran melawan pasukan pemberontak, demikian diwartakan stasiun televisi pemerintah seperti dilansir dari France24, Selasa (20/4/2021).
Pengumuman mengejutkan itu disampaikan perwakilan militer Chad hanya beberapa jam setelah komisi pemilihan umum setempat mengumumkan bahwa Deby, yang berusia 68 tahun, kembali memenangkan pemilu pada 11 April lalu. Deby sudah 30 tahun berkuasa di Chad.
Deby, kata Jenderal Azem Bermandoa Agouna, juru bicara militer Chad, "menghembuskan napas terakhir saat mempertahankan kedaulatan negara di medan tempur."
Sementara perwakilan dari tim pemenangan Deby, pada Senin (19/4/2021) mengumumkan bahwa Deby memimpin sendiri pasukan untuk melawan pasukan teroris.
Hingga saat ini belum ada keterangan jelas tentang kematian Presiden Chad tersebut. Ia dikabarkan tewas dalam pertempuran di pelosok negeri itu.
Adapun pemberontak yang menentang kekuasaan Deby bermarkas di utara, di sepanjang perbatasan dengan Libya. Mereka melancarkan serangan pada hari pemilu, 11 April kemarin, dan merangsek ratusan kilometer melintasi gurun ke selatan.
Deby mulai menjadi penguasa Chad lewat sebuah pemberontakan pada 1990. Ia adalah salah satu pemimpin terlama di Afrika. Ia berasal dari kelompok etnis Zaghawa yang dikenal sebagai penggembala dan kental dengan tradisi militer.
Meski memerintah dengan tangan besi, Deby merupakan salah satu sekutu Barat di Afrika terutama dalam perang melawan kelompok Islamis di kawasan Sahel di Afrika Barat.
Militer Chad mengatakan bahwa Deby akan digantikan oleh puteranya, Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno yang kini berusia 37 tahun.
Baca Juga: Setelah Afrika Selatan, Kini Ada Varian Baru Virus Corona dari India?
Berita Terkait
-
Proyek Film Sifu Diproduksi di Netflix, Gaet Chad Stahelski Jadi Produser
-
Instruksi 'Hajar Chad' Ferdy Sambo Dianggap Majelis Hakim Bantahan Kosong Belaka
-
Ragam Skenario Kasus Pembunuhan Brigadir J: Baku Tembak sampai 'Hajar Chad'
-
Kiprah Febri Diansyah Bela Ferdy Sambo dan Putri: Bongkar Kisah 'Hajar Chad'
-
4 Fakta Chad, Salah Satu Negara dengan Tingkat Kesuburan Tertinggi di Dunia
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
Terkini
-
Pecah Kongsi! Rustam Effendi Kecewa Eggi Sudjana Sebut Jokowi Orang Baik Usai Kasus Dihentikan
-
DPRD DKI Dukung Rute Baru Transjabodetabek untuk Kurangi Macet Jakarta
-
Rustam Effendi Sebut Eggi Sudjana Musuh dalam Selimut, di TPUA Dia Duri dalam Daging!
-
Kepala Daerah yang Di-endorse Jokowi Ditangkap KPK, Bukti Pengaruh Politik Memudar Pasca Lengser?
-
BGN Tegaskan Program MBG Tak Ganggu Pendidikan, Anggaran dan Program Justru Terus Meningkat
-
Misi Berbahaya di Pongkor: Basarnas Terjang 'Lubang Maut' Demi Evakuasi 3 Penambang
-
Jaksa Agung Tindak Tegas 165 Pegawai Nakal Sepanjang 2025: 72 Orang Dijatuhi Hukuman Berat
-
DPR Mulai Belanja Masukan RUU Pemilu, Pastikan Soal Isu Pilpres Via MPR Tak Bakal Dibahas
-
BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
-
Dari Brimob Aceh ke Garis Depan Donbass: Mengapa Tentara Bayaran Rusia Menjadi Pilihan Fatal?