Suara.com - Untuk membantu mencari kapal selam KRI Nanggala yang hilang kontak di perairan Bali, pemerintah Singapura dilaporkan telah mengirim sebuah kapal penyelamat laut dalam bernama MV Swift Rescue. Seperti apa kecanggihan MV Swift Rescue ini?
MV Swift Rescue adalah Submarine Support and Rescue Vessel (SSRV) yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Singapura, yang dibangun oleh ST Marine, anak perusahaan dari Singapore Technologies Engineering (ST Engineering).
Kecanggihan MV Swift Rescue
Dilansir dari laman Kementerian Pertahanan Singapura, MV Swift Rescue ini memiliki panjang hingga 85 meter, beam 18 meter, berat 4.300 ton, dan mampu mengangkut sebanyak 27 kru. MV Swift Rescue diklaim mampu beroperasi secara terus menerus selama empat minggu.
Kelebihan inilah yang menjadikan MV Swift Rescue sebagai kapal yang tepat untuk operasi kompleks dan berjangka panjang. Selain itu, MV Swift Rescue juga mampu melaju dengan kecepatan 12 knot.
Sebagai kapal penyelamat, MV Swift Rescue telah dilengkapi dengan ruang perawatan hiperbarik dan dek helikopter, menyediakan opsi perawatan darurat dan evakuasi, hingga ruang dekompresi yang dapat memuat 40 orang.
Bagian terpenting dari kapal ini adalah kapal penyelamat submersible Deep Search and Rescue Six (DSAR 6) yang diluncurkan dari kapal induk, sehingga mampu menyelam hingga ratusan meter dan terhubung dengan kapal selam yang rusak dan kemudian membawa kapal sel ke tempat yang aman.
Melansir dari laman Naval Technology, MV Swift Rescue ini telah diluncurkan pertama kali oleh Angkatan Laut Republik Singapura (RSN) pada November 2008. Kapal ini dilengkapi dengan kemampuan Submarine Escape and Rescue (SMER) yang dapat melakukan operasi penyelamatan dalam kondisi Sea State 5.
Baca Juga: Viral Imam Kurniawan Mau Setubuhi Istri Kru KRI Nanggala Akhirnya Ditangkap
Kapal selam DSAR 6 pada MV Swift Rescue ini dapat dioperasikan oleh dua anggota awak. DSAR 6 dapat menampung maksimal 17 anggota. Kapal selam DSAR 6 ini memiliki panjang 9,6 m dan mampu mencapai kedalaman 500m untuk menyelamatkan kapal selam.
Sistem ROV di atas Swift Rescue juga bisa membantu para kru untuk menemukan dan melihat lokasi pasti dari kapal selam yang karam (DISSUB) dan membersihkan puing-puing di sekitar DISSUB. MV Swift Rescue dipasang dengan derek dek 3t beban kerja aman (SWL), dan memiliki dua perahu penyelamat tertutup yang terdiri dari 50 orang dan kapal penyelamat cepat.
Menariknya lagi, MV Swift Rescue dilengkapi dengan dua mesin diesel MAN 2040 kW, tiga generator diesel Caterpillar 1.360kW, dua baling-baling nosel CPP Kort, dan generator darurat 95kW. Sistem propulsi juga dapat mengintegrasikan dua pendorong busur terowongan 1.000kW dan dua pendorong buritan 420 kW untuk kemampuan manuver yang tinggi.
Proses Pencarian KRI Nanggala 402
MV Swift Rescue milik Singapura telah tiba di lokasi pada hari Sabtu (24/4/2021). Kapal khusus misi pendukung dan penyelamatan kapal selam ini bertolak dari pangkalannya di Tanah Merah, Singapura, pada hari Rabu (21/4/2021) sore. Di lokasi, kapal ini akan bergabung dengan KRI Rigel dari Dishidros Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau yang berusaha untuk mencari menggunakan side scan sonar.
Seperti yang telah diketahui, bahwa status pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 telah dinaikkan dari fase submiss atau hilang menjadi subsunk atau tenggelam pada Sabtu (24/4/2021).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!