News / Nasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 13:27 WIB
TAUD mengecam keras serangan terhadap Andrie Yunus yang dinilai sangat terencana. Temuan awal menunjukkan keterlibatan pihak yang sangat terlatih dalam eksekusi teror tersebut.

Suara.com - TAUD mengecam keras serangan terhadap Andrie Yunus yang dinilai sangat terencana. Temuan awal menunjukkan keterlibatan pihak yang sangat terlatih dalam eksekusi teror tersebut.

Perkembangan kasus penyiraman Andrie Yunus

Penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus merupakan "serangan yang terencana, terstruktur, dan sistematis, serta dilakukan aktor yang terlatih."

Hal tersebut dikemukakan Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) dalam konferensi pers kemarin (16/03).

TAUD juga menuntut Presiden Republik Indonesia untuk membentuk Tim Investigasi Independen, dan Kepala Kepolisian RI untuk "menangkap percobaan pembunuhan berencana ini secara transparan dan akuntabel."

Sementara itu, polisi telah membentuk Tim Gabungan Pengungkapan Perkara untuk mengungkap tragedi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Kombes Pol Iman Imaduddin dari Dirreskrimum Polda Metro Jaya mengatakan Polda Metro Jaya bisa menganalisa berdasarkan tangkapan kamera di 86 titik.

"Para terduga pelaku diduga telah mengikuti korban sejak sebelum kejadian,"ungkapnya.

Tim sepak bola Iran pulang setelah tolak perlindungan Australia

Tim sepak bola perempuan Iran mulai pulang ke tanah air dari Malaysia, setelah lima pemain menarik permohonan perlindungan mereka di Australia.

Kelompok tersebut berangkat dengan penerbangan menuju Oman pada Senin malam (16/03).

Baca Juga: Investigasi TAUD: Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Diduga Ikut Terkena Cipratan Air Keras

Tujuh anggota tim, termasuk seorang pelatih pemain, diberikan visa kemanusiaan oleh pemerintah Australia karena khawatir risiko penganiayaan jika kembali ke Iran.

Namun, lima di antaranya menarik klaim mereka dan memilih untuk kembali ke negara asal.

Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan negara itu "bangga" pada para pemain sepak bola "yang tidak tergoda oleh godaan munafik para pejabat Australia."

Setidaknya 10 orang tewas akibat kebakaran di India

Sedikitnya 10 orang tewas dalam kebakaran di unit perawatan trauma sebuah rumah sakit di negara bagian Odisha, India timur, kemarin (16/03).

Lima orang terluka parah, tetapi belum jelas apakah itu akibat kebakaran atau karena penyakit yang sudah ada.

Kebakaran kemungkinan disebabkan oleh korsleting di pusat trauma, kata Kepala Menteri Mohan Charan Majhi kepada wartawan.

Load More