- Konflik Timur Tengah ancam devisa pariwisata Indonesia Rp184 miliar per hari.
- Penutupan bandara internasional kurangi kunjungan lima ribu wisatawan asing setiap hari.
- Airlangga Hartarto siapkan strategi pariwisata tangguh guna hadapi krisis global.
Suara.com - Ketegangan geopolitik global di kawasan Timur Tengah mulai berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata Indonesia. Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran memicu penutupan operasional bandara internasional di berbagai negara, yang secara langsung mengganggu konektivitas udara ke Tanah Air.
Pemerintah RI memproyeksikan potensi kehilangan devisa mencapai Rp184,8 miliar per hari jika kendala konektivitas ini tidak segera ditangani. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa dinamika geopolitik ini memaksa adanya penyesuaian rute penerbangan jarak jauh serta memicu lonjakan biaya perjalanan akibat kenaikan harga bahan bakar.
“Timur Tengah merupakan hub strategis bagi wisatawan dari Eropa dan Amerika menuju Indonesia. Gangguan pada jalur ini berpotensi mengurangi kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 4.700 hingga 5.500 orang per hari,” ujar Widiyanti dalam Webinar Nasional Tourism Under Fire, Selasa (17/3/2026).
Padahal, pariwisata Indonesia sedang dalam tren pertumbuhan yang positif. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 15,39 juta kunjungan wisman dengan perolehan devisa mencapai 18,27 miliar dolar AS.
Menariknya, pasar dari Eropa, Timur Tengah, dan Amerika menyumbang kontribusi devisa yang besar, yakni 34,7 persen, meski secara jumlah kunjungan hanya mewakili 21,7 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut menekankan bahwa stabilitas pariwisata nasional kini sedang diuji oleh tekanan global. Ia memperingatkan risiko kerugian ekonomi yang masif jika langkah mitigasi tidak segera dilakukan.
“Kita berisiko kehilangan 5.500 wisman dan devisa senilai Rp184,8 miliar setiap hari. Oleh karena itu, Indonesia perlu melakukan reformasi struktural untuk membangun fondasi pariwisata yang tangguh menghadapi krisis global,” tegas Airlangga.
Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna meredam dampak tersebut. Beberapa upaya yang akan ditempuh antara lain penguatan pasar domestik melalui skema micro-tourism, pengembangan destinasi khusus bagi digital nomad, serta kampanye pemasaran yang menonjolkan Indonesia sebagai destinasi eksklusif (high-end) namun tetap dengan harga yang kompetitif.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bagaimana Nasib Haji 2026?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana