Suara.com - Polisi mengungkap motif emak-emak santuy yang mengemudikan sepeda motor masuk Gerbang Tol (GT) Angke I.
Usut punya usut, ternyata emak-emak tersebut masuk jalan tol karena tersasar usai mengikuti petunjuk arah GPS mode mobil.
"Ini terjadi pelanggaran. Itu motifnya dia tidak mengerti menggunakan GPS yang untuk mobil," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat jumpa pers, Selasa (27/4/2021).
Yusri menyebut emak-emak berinisial B itu merupakan pendatang dari Kepulauan Riau. Dia mengendarai sepeda motor pinjaman milik temannya.
"Jadi dia pengakuannya tidak terlalu hafal dengan Jakarta, kemudian jalan menggunakan GPS yang ada, tetapi diarahkan masuk ke jalan tol dengan polosnya," ujar Yusri.
Atas perbuatannya, B dikenakan sanksi denda tilang. Sebab, selain melanggar rambu lalu lintas yang bersangkutan ternyata juga tidak memiliki Surat Izin Mengemudi atau SIM sebagaiman diatur dalam Pasal 287 dan Pasal 288 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
"Karena ini pelanggaran tidak kita tahan, tapi penilangan dengan barang bukti kendaraan motor," jelas Yusri.
Aksi emak-emak mengendarai sepeda motor memasuki GT Angke I itu sempat terekam kamera amatir hingga videonya viral di media sosial.
Baca Juga: Viral Emak-emak Santuy Naik Motor Tap e-Toll Tol Angke Akhirnya Ditangkap
Polisi sempat kesulitan mencari identitas emak-emak tersebut lantaran plat nomor kendaraan tak tertangkap kamera pengawas atau CCTV sekitar lokasi.
Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @food_storyy terlihat emak-emak tersebut menggunakan kaos biru. Dia tampak santai alias santuy masuk GT Angke I dengan mengendarai sepeda motornya. Bahkan, dia terlihat sedang membayar tol menggunakan e-money atau kartu elektronik.
Aksi emak-emak tersebut sontak menjadi perbincangan khalayak warganet.
"Masuk tolnya santuy bener kayak nggak ada dosa," ujar akun N**.
"Bisa-bisanya itu emak bawa kartu tol, emang niat atau gimana," timpal warganet.
"Makin meresahkan," tulis warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!