Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyoroti angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih tinggi, yakni 2,72 persen, selisih 0,3 persen dibanding angka kematian global 2,12 persen.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan kondisi ini sudah bertahan dua bulan, seharusnya dapat ditekan dengan perawatan pasien yang maksimal.
"Penurunan persentase dapat terjadi apabila kasus positif baru dapat seluruhnya sembuh. Kita tidak boleh hanya melihat pada kasus aktif dan kesembuhannya saja, tetapi juga perlu mewaspadai angka kematian yang tinggi dari beberapa provinsi," kata Wiku dalam keterangannya, Selasa (27/4/2021).
Wiku memaparkan, pada pekan ini saja kenaikan angka kematian mencapai 29,2 persen yang dikontribusikan dari lima provinsi; Jawa Tengah naik 178 jadi 303 kematian, Sumatera Selatan naik 25 jadi 54, DKI Jakarta naik 20 jadi 95, Jawa Barat naik 18 jadi 148 dan Aceh naik 15 jadi 20.
Dia meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien sebab angka kematian mingguan tidak bisa ditoleransi di saat tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan atau BOR (bed occupancy ratio), tidak menunjukkan kenaikan.
"Apabila rumah sakit menghadapi kendala atau kesulitan dalam menghadapi kasus Covid-19, harap segera menghubungi Kementerian Kesehatan agar diberi bantuan segera," ucapnya.
Diketahui, pandemi Covid-19 telah menginfeksi 1.651.794 orang Indonesia, kini masih terdapat 100.256 kasus aktif, 1.506.599 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 44.939 jiwa meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa