Suara.com - Pemerintah memberlakukan larangan mudik Lebaran 2021 terhitung mulai Kamis (6/5/2021) hingga Senin (17/5/2021) mendatang. Namun, sehari sebelum pelarangan mudik diberlakukan, ratusan penumpang memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat untuk dapat berlebaran di kampung halaman pada Rabu (5/5/2021).
Seorang pemudik, Reza mengaku akan merayakan lebaran di kampung halamannya yang berada di Kabupaten Purwodadi, Jawa Tengah. Dia mengaku, memanfaatkan mudik pada H-1 sebelum masa pelarangan, untuk tetap bisa berkumpul dengan keluarga pada Hari Raya Idulfitri nanti.
"Kan sebelum tanggal 6 (Mei) sampai tanggal 17 (Mei) itu tidak boleh mudik, kalau sekarang kan masih boleh," kata dia saat ditemui Suara.com , Rabu (5/5/2021).
Dia mengaku tetap mudik lebaran pada tahun ini, karena rindu kepada keluarganya. Meski adanya imbauan untuk tidak mudik dari pemerintah.
"Pengin lebaran di rumah. Tahun lalu, kan saya nggak pulang," ujarnya.
Selain itu, Reza termasuk orang yang beruntung. Meski pemberlakuan pelarangan mudik berlaku selama 12 hari, dia diizinkan kantornya untuk tetap bisa bekerja dari rumah.
"Saya sudah ngurus surat izinnya dari kantor, saya kembali ke Jakarta nanti tanggal 18 (Mei)," tuturnya.
Selain Reza, ada juga Anita, penumpang kereta yang akan pulang ke Surabaya, Jawa Timur. Dia mengaku tetap mudik karena ingin merayakan lebaran bersama keluarganya.
"Karena setahuku, pelarangan mudik kan besok. Jadi sepengertian aku, hari ini masih boleh. Makanya saya pulang," katanya.
Baca Juga: Sehari Jelang Larangan Mudik, Penumpang Kereta di Stasiun Senen Meningkat
Terkait kembali ke Jakarta, Anita mengatakan dia mendapat jatah libur dari kantornya sampai tanggal 15 Mei. Nantinya dia akan pulang sebelum tanggal tersebut.
"Sebelum tanggal 15 saya balik ke Jakarta. Pengetatan mudik sampai 18 Mei ya, saya sih sudah ngomong ke kantor jadi nanti dapat surat," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah telah resmi mengeluarkan kebijakan larangan mudik. Aturan itu berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021.
Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy di kantornya secara daring, Jumat (26/3/2021).
Larangan mudik lebaran ini berlaku bagi seluruh ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta dan seluruh masyarakat.
Hal tersebut dilakukan selain mengurangi penyebaran Covid-19 dan juga menyukseskan program vaksinasi yang digalakkan pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang
-
APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah