Suara.com - Seorang bayi dua bulan yang dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal di sebuah rumah sakit di India, ditinggalkan oleh orang tuanya karena khawatir akan tertular.
Menyadur India Today, Rabu (5/5/2021) minggu lalu, bayi tersebut dirawat di Rumah Sakit Jammu setelah positif Covid-19, namun ia akhirnya meninggal dunia.
Setelah tau bahwa bayinya positif Covid-19, orang tua bayi tersebut menolak untuk mengambil jenazah dan melarikan diri, kata petugas.
Insiden itu terjadi di Rumah Sakit Shri Maharaja Gulab Singh yang terletak di Negara Bagian Jammu, India bagian utara.
"Bayi itu memiliki masalah jantung bawaan dan meninggal setelah dinyatakan positif Covid-19. Orang tuanya lari segera setelah itu. Mereka meninggalkan rumah sakit tanpa membawa jenazah bayinya," kata seorang petugas di rumah sakit tersebut.
Staf rumah sakit mengatakan mereka mencoba yang terbaik untuk membujuk orang tua bayi itu agar mengambil jenazahnya. Namun, mereka tidak berhasil.
Petugas rumah sakit mencoba untuk menghubungi orang tua tetapi sejauh ini tidak berhasil dan jenazah bayi tersebut masih di rumah sakit.
Jika orang tua tidak dapat dihubungi atau ditemukan, upacara terakhir bayi akan dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19.
Wilayah Persatuan Jammu dan Kashmir melaporkan 3.733 kasus Covid-19 baru dan 51 kematian pada hari Senin. Dari jumlah tersebut, 35 kematian terdaftar di Jammu.
Baca Juga: Isolasi Pemudik Ngeyel di Tempat Angker, Kapolres Bogor: Siang Aja Ngeri
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli