Suara.com - Calon penumpang kapal ferry penyeberangan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, menuju Pelabuhan Tampo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, membludak sehari menjelang penetapan larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021.
Calon penumpang kapal memadati area pelabuhan penyeberangan tersebut mulai dari loket penjualan tiket hingga jalur antrean kendaraan roda dua yang mencapai ratusan meter, maupun roda empat terlihat cukup padat.
Para calon penumpang berdesak-desakan mengantre tiket kapal, tanpa ada batasan jarak, namun mereka tetap menggunakan masker untuk melindungi diri dari penularan Covid-19.
Calon penumpang yang hendak menyeberang menggunakan roda dua rela berhimpit-himpitan dengan kendaraannya agar bisa lolos dari jalur antrean.
"Saya dari Kendari sekitar pukul 06.00 Wita tiba di Torobulu pukul 08.00 Wita, langsung saya antre tiket lumayan lama. Kemudian saya lolos untuk naik kapal sekitar pukul pukul 17.00 Wita sore," kata Aman, salah satu penumpang kapal feri yang hendak menyeberang ke Pulau Muna, Rabu (5/5/2021).
Berbeda dengan La Ode Aril Masri, penumpang lainnya mengatakan dirinya juga tiba di pelabuhan tersebut sejak pukul pukul 04.30 Wita namun hingga malam hari belum masuk ke dalam kapal.
"Kalau tidak pulang hari ini, besok sudah tidak bisa lagi. Kan begitu ketentuan pemerintah, tanggal 6-17 Mei tidak bisa mudik kan? Nah yang kami sesalkan informasinya dulu bisa mudik dalam provinsi, tapi sekarang tidak bisa," ucap Finas.
Ia mengaku sejak tiba subuh hari di pelabuhan tersebut dan mengantre hingga pukul 18.12 Wita, ia belum bisa masuk ke dalam kapal karena antrean yang begitu panjang.
"Belum lolos karena padat sekali antrean. Kapal jam 10 (pukul 22.00 Wita) mungkin ini, atau mungkin subuh sebentar. Mudah-mudahan saya bisa lolos," tambah La Ode Aril.
Baca Juga: Jelang Larangan Mudik, Terjadi Lonjakan Penumpang di Stasiun Senen
Sementara itu terlihat penumpang yang masuk di dalam kapal feri banyak yang duduk di lantai karena tidak mendapatkan kursi tempat duduk, termasuk duduk bagian di atas kapal demi bisa pulang ke kampung halamannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan sebanyak dua armada kapal yang belayar, trip pertama sekitar pukul 07.00 Wita, kedua pukul 10.00 Wita, ketiga 13.30 Wita, keempat pukul 16.30 Wita, dan informasi selanjutnya sekitar pukul 22.00 Wita. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo