Suara.com - Seorang wanita Missouri menyelundupkan senjata ke penjara dengan menyembunyikan pistol di dalam vagina. Menyadur New York Post Jumat (07/05) wanita ini dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun.
Amy Wilhite, 39, telah mengaku bersalah karena menyelundupkan revolver 4 inci ke penjara Boone County pada 14 Februari, tulis laporan The Smoking Gun.
Senjata api itu diisi dengan lima peluru ketika Wilhite membawanya masuk ke dalam area penjara.
Petugas Departemen Kepolisian Columbia awalnya gagal menemukan revolver seberat 4,6 ons itu meskipun sudah melakukan pemeriksaan telanjang karena dimasukkan ke dalam lubang tubuhnya.
Akhirnya pistol itu ditemukan oleh pihak berwenang 17 hari setelah Wilhite dikirim ke penjara atas tuduhan senjata dan narkotika terpisah, kata laporan itu.
Penyelidik menuduh Wilhite telah mengeluarkan senjata api dari tubuhnya dan menyembunyikannya di dalam barang-barang pribadinya.
Wanita ini kemudian mengaku memiliki pistol saat diinterogasi, tetapi dia mengatakan bahwa senjata itu ditujukan untuk narapidana lain.
Sementara itu, narapidana lain di unitnya justru membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa "Amy memiliki senjata api," menurut laporan itu.
Sebagai tambahan atas tuduhan penyelundupan senjata, Wilhite mengaku bersalah pada 19 April atas kejahatan narkoba dan jumlah senjata yang membuatnya ditahan sebelumnya.
Baca Juga: Cerita Kurir Olshop Ditodong Pelanggan Pakai Pistol Gegara Pesanan Salah
Dia diperintahkan untuk menjalani hukuman lima tahun atas setiap hukuman, dengan hukuman yang dijalankan bersamaan dengan hukuman penjara 10 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel