Suara.com - Lebih dari 250 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Yerussalem. Kelompok perlawanan Palestina Hamas pada hari Sabtu mengatakan Israel akan menerima balasan atas serangannya terhadap Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki.
Rakyat Palestina "mampu menghalangi pendudukan [Israel] dan menggambarkan persamaan baru dalam konflik dengan" Israel, kata anggota senior Hamas Moussa Abu Marzouk dalam sebuah pernyataan.
"Pendudukan Israel akan menerima balasan karena menodai Masjid Al-Aqsa dan serangannya terhadap jamaah," tambahnya.
Abu Marzouk mengecam sikap diam Arab dan Islam terhadap perkembangan terkini di Yerusalem, dengan mengatakan bahwa keheningan ini "mendorong pendudukan untuk menyerang Masjid Al-Aqsa dan rakyat Palestina dan Yudaize Yerusalem".
Dia melanjutkan, dengan menyerukan kepada rakyat Palestina "untuk mendukung Yerusalem dengan segala cara yang mungkin dan untuk menggalang upaya untuk menghadapi pendudukan."
Beberapa negara Arab dan regional termasuk Turki dan Iran mengutuk serangan Israel terhadap Palestina di Yerusalem dan menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas eskalasi saat ini di Yerusalem Timur.
Dalam beberapa hari terakhir, warga Palestina di Yerusalem telah melakukan protes solidaritas dengan penduduk lingkungan Sheikh Jarrah di tengah bentrokan dengan polisi Israel.
Lebih dari 205 orang terluka dalam serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, Gerbang Damaskus Kota Tua, dan distrik Sheikh Jarrah pada hari Jumat, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.
Protes itu terjadi ketika Pengadilan Pusat Israel di Yerusalem Timur menyetujui keputusan untuk mengusir tujuh keluarga Palestina dari rumah mereka demi pemukim Israel pada awal 2021.
Baca Juga: Ayatollah Khamenei Sebut Israel Bukan Negara tapi Basis Teroris
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang Yahudi menyebut daerah itu "Temple Mount," mengklaim sebagai situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967. Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. (Sumber: Anadolu)
Berita Terkait
-
Ayatollah Khamenei Sebut Israel Bukan Negara tapi Basis Teroris
-
Detik-detik Muslim Palestina Bentrok Lawan Israel di Malam Lailatul Qadar
-
Indonesia Kecam Aksi Pengusiran Warga Palestina Oleh Israel di Yerusalem
-
Pengusiran Warga Palestina, Berujung dengan Bentrokan di Masjid Al Aqsa
-
Bentrok Polisi dan Jamaah Palestina di Masjid Al Aqsa, Lukai 130 Orang
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO
-
Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
-
Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
-
Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi
-
Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital