Suara.com - Malaysia mengecam keras serangan oleh pasukan Israel terhadap warga sipil Palestina dan menyebut tindakan tersebut menghina umat Muslim di seluruh dunia.
Menyadur The New Straits Times, Senin (10/5/2021) Menteri Luar Negeri Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengatakan pemerintah Israel harus bertanggung jawab atas pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional.
Dalam sebuah pernyataan, Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengatakan tindakan keji seperti itu harus dikecam dengan keras dan Malaysia akan terus berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina.
"Agresi yang ditargetkan terhadap jemaah saat sholat di hari-hari terakhir Ramadhan Suci di Masjid Al-Aqsa memang menghina seluruh umat Islam dan umat manusia," buka Datuk Seri Hishammuddin Hussein.
"Malaysia menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak cepat dan tegas untuk menanggapi agresi Israel terbaru," katanya.
Dilaporkan bahwa setidaknya 160 orang terluka setelah polisi anti huru hara Israel bentrok dengan warga Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa Yerusalem pada Jumat malam waktu setempat.
Hishammuddin juga menegaskan kembali sikap Malaysia untuk mengutuk semua penggusuran paksa warga Palestina dari rumah mereka, termasuk di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.
"Malaysia menegaskan kembali dukungannya yang tak tergoyahkan untuk Palestina dan perjuangan mereka untuk mencapai kebebasan dari pendudukan ilegal Israel, dan mewujudkan aspirasi mereka untuk sebuah Negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan sebelum tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya." jelasnya.
Bentrokan meletus saat umat Islam memadati kompleks masjid Al-Aqsa untuk menunaikan shalat Jumat terakhir di bulan Ramadhan tahun 2021.
Baca Juga: Bentrok Antara Polisi Israel dengan Warga Palestina Kembali Terjadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik