Suara.com - Ulah debt collector alias penagih utang kembali terjadi dan meresahkan masyarakat. Terbaru, anggota Babinsa Serda Nurhadi menjadi korban keberingsan debt collector saat membawa mobil milik warga bernama Nara untuk mengantar warga ke rumah sakit.
Suara.com juga sempat menyambangi kediaman Nara di Jalan Jati II Nomor 60, RT. 01 RW. 05, Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, Nara beserta keluarga tidak berada di rumahnya.
Ketua RT 01, RW. 05, Nurcholis membenarkan jika Nara merupakan warga yang tinggal di kawasan tersebut. Kata dia, Nara beserta anak dan istri masih tinggal bersama orang tuanya.
Terkait kejadian pengadangan yang terjadi pada Kamis pekan lalu, Nurcholis mengaku tidak mengetahui kronologi itu secara pasti. Dia hanya mengetahui jika yang bersangkutan hendak mengantar anaknya yang sakit ke rumah sakit.
"Kejadian persisnya saya memang kurang tahu. Infonya sih seperti itu (antar orang sakit), yang bersangkutan mau mengantar orang sakit, bocah," ungkap Nurcholis kepada Suara.com, Senin (10/5/2021).
Nurcholis mengaku baru mengetahui kejadian itu pada Minggu (9/5/2021) setelah video pengadangan itu viral di media sosial. Saat itu, informasi tersebut dia dapat dari grup WhatsApp.
"Pokoknya saya kemarin lihat di grup kemarin hari minggu karena videonya viral," sambungnya.
Nurcholis melanjutkan, Nara selaku warga juga tidak pernah melaporkan kejadian ini pada pihak RT maupun RW. Sebab, yang bersangkutan juga dikatakan jarang keluar dari rumahnya.
"Pihak RT maupun RW tidak ada yang tahu soal pengadangan itu, karena beliau ibaratnya juga tidak pernah sowan ke rumah, tidak pernah menjelaskan kalau mobil itu kredit atau bagaimana. Kami tidak tahu, masalahnya tertutup juga, jarang keluar. Paling beliau hanya sekedar bertegur sapa saja lah," pungkas Nurcholis.
Baca Juga: Bikin Resah, Pangdam Jaya: Perilaku Debt Collector akan Kita Hentikan!
Lokasi Pengadangan di Pintu Tol
Pantauan di lokasi kejadian, tepatnya di pintu masuk Tol Koja Barat, Jakarta Utara, situasi di sekitar lokasi sepi. Pasalnya lokasi kejadian berada di pinggir jalan menuju pintu tol, sehingga tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar lokasi.
Di trotoar jalan, juga tidak ada aktivitas orang-orang yang berdagang maupun usaha lainnya. Praktis, hanya lalu lalang kendaraan roda dua maupun roda empat saja yang dapat dijumpai.
Pengakuan Debt Collector
Koordinator debt collector, Hendry Leatomu menyampaikan permohonan maaf atas tindakan dirinya dan anak buahnya yang menghadang Serda Nurhadi saat hendak mengantar pemilik mobil ke rumah sakit. Dia mengaku telah menyalahi aturan dan terbawa emosi lantaran lelah bekerja.
Permohonan maaf itu disampaikan oleh Hendry saat jumpa pers di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin. Hadir pula dalam kesempatan itu, Serda Nurhadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!