Suara.com - Koalisi Warga untuk LaporCovid19 masih menemukan adanya kasus tenaga kesehatan (nakes) yang belum mendapatkan intensif penanganan Covid-19 dari pemerintah.
Meskipun sudah ada nakes yang menerima, namun tetap saja intensif yang diberikan bermasalah.
Relawan Lapor Data, Firdaus Ferdiansyah memaparkan, data yang terhimpun per 6 Mei 2021. Setidaknya ada 41 nakes yang belum memperoleh insentif.
"Ada sekitar 41 nakes yang belum menerima insentif, 30 lainnya sudah menerima, tetapi mereka juga menyampaikan keluhan artinya insentif atau penyaluran insentif mereka bermasalah," kata Firdaus dalam paparannya melalui daring, Selasa (11/6/2021).
Masalah yang didapatkan para nakes penerima insentif pun bermacam-macam. Mulai dari jumlahnya berbeda, penyalurannya tidak teratur dan terlambat bahkan mengalami pemotongan.
Firdaus lantas mengajak untuk melihat beberapa laporan yang sudah diterima oleh LaporCovid-19, salah satunya ialah nakes di rumah sakit swasta di kawasan Batu, Malang, Jawa Timur.
Insentif yang mereka peroleh pada 8 Mei 2021 harus dipotong dari awalnya Rp 7,5 juta menjadi Rp 3 juta per bulan. Pemotongan terjadi sejak pertama kali mereka mendapatkan insentif.
Fakta lainnya yang disampaikan para nakes tersebut ialah mereka tidak pernah lagi mendapatkan insentif per akhir 2020.
"Ternyata yang lebih mengkhawatirkan lagi ternyata sejak November hingga sekarang mereka juga tidak mendapatkan insentif," tuturnya.
Baca Juga: Siap Dicairkan, Rp 1,097 Triliun Insentif Nakes 2020 Sudah Bisa Digunakan
Dia juga menjelaskan, insentif harus diberikan kepada nakes per orang per bulan, selayaknya gaji pokok pada umumnya.
"Mereka mengabdikan diri untuk kemanusiaan ya ini jelas tidak bisa dijadikan pembenaran atas masalah-masalah yang mereka terima, masalah keterlambatan, masalah pemotongan," tuturnya.
"Insentif ini harusnya menjadi kewajiban yang diberikan oleh negara serta merupakan hak mereka nakes yang kemudian rela membahayakan dirinya demi keselamatan kita semua."
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!
-
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu
-
Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil
-
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan