Suara.com - Pemerintah India membantah tudingan bahwa 71 jenazah yang ditemukan di sepanjang tepi sungai Gangga pada hari Selasa (11/5) akibat mahalnya kayu bakar untuk mengkremasinya.
"Kami menemukan 71 mayat dan membuangnya setelah pemeriksaan mayat. Sampel DNA telah diawetkan. Pemerintah kabupaten bersiaga untuk mencegah insiden seperti itu di masa depan. Pejabat telah diarahkan untuk waspada dan patroli di tepi sungai," jelas pernyataan Pemerintah Kabupaten Buxar, disadur dari The Hindu pada Rabu (12/5/2021).
Pemerintah itu juga mengatakan bahwa ada "cukup kayu bakar di tempat kremasi Chausa untuk pemakaman" puluhan mayat tersebut.
Klarifikasi tersebut muncul dari tuduhan warga desa bahwa mahalnya harga kayu bakar telah menyebabkan banyak keluarga membuang jenazah di sungai daripada mengkremasinya.
Sebelumnya, Inspektur Polisi Buxar Neeraj Kumar Singh menjelaskan pada The Hindu bahwa 71 mayat telah diambil dari sungai dan "bedah mayat dilakukan di ghat (tepian) sungai itu sendiri karena mereka sangat busuk".
Ram Ashray Yadav, yang menjual kayu bakar untuk kremasi di Mahadeo ghat (bank) di Chausa, berkata, "sebagian besar mayat dikuburkan di lubang besar yang digali di tepi sungai."
"Pemerintah kabupaten telah membuat pembangkit untuk suplai listrik di ghat (tepi sungai) dan menunjuk seorang pejabat di sini. Sebelumnya, pejabat administrasi distrik terlihat di ghat hingga Senin malam bekerja dengan menyalakan obor dan ponsel," kata Yadav kepada The Hindu.
Ditanya berapa banyak mayat yang dikuburkan, dia berkata, "Sangat sulit untuk dihitung. Tapi, sekarang tidak ada mayat yang terlihat di sungai itu," tambahnya.
Sebelumnya, pejabat kabupaten mengatakan jenazah yang ditemukan mengambang di sungai Gangga akan dikremasi dengan hormat oleh pemerintah.
Baca Juga: Fakta Unik Rumah Putri Orang Terkaya di Asia, Ada Kamar Bertema Berlian
Pada hari Senin, beberapa mayat ditemukan mengambang di sungai Gangga yang terletak di Kabupaten Buxar. Buxar berbagi perbatasannya dengan distrik di bagian timur Uttar Pradesh.
Pejabat distrik mengatakan bahwa jenazah berasal dari bagian timur Uttar Pradesh seperti Varanasi dan Allahabad.
"Mayat membengkak. Mereka sepertinya berada di air setidaknya selama 5-7 hari. Itu perlu diselidiki dari mana mereka berasal. Mereka bisa dari Varanasi atau Allahabad dari UP," pejabat senior distrik K K Upadhayay mengatakan kepada media.
Video mayat yang sudah dalam keadaan membusuk dan mengapung viral di media sosial yang memicu kemarahan di antara penduduk desa.
Sementara itu, Menteri Persatuan Jal Shakti dan anggota parlemen dari Jodhpur Gajendra Singh Shekhawat memposting tweet yang menandai perdana menteri Bihar dan Uttar Pradesh - Nitish Kumar dan Yogi Adityanath - untuk segera menyadari insiden semacam itu.
"Insiden jenazah yang ditemukan mengapung di sungai Gangga di kawasan Buxar Bihar sangat disayangkan. Ini tentu saja merupakan masalah investigasi," tulis Shekhawat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral
-
Legislator DPR Bela Pandji: Kritik Komedi Itu Wajar, Tak Perlu Sedikit-sedikit Lapor Polisi
-
Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang
-
Giliran PBNU Tegaskan Pelapor Pandji Pragiwaksono Bukan Organ Resmi: Siapa Mereka?
-
Polemik Batasan Bias Antara Penyampaian Kritik dan Penghinaan Presiden dalam KUHP Baru
-
Dua Tersangka Hoax Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Sinyal Kasus Akan Berakhir Damai?
-
Menag Ingatkan Perbedaan Pandangan Agama Jangan Jadi Alat Adu Domba Umat
-
PP Muhammadiyah Tegaskan Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Organisasi
-
Cegah 'Superflu' Sekarang! Dinkes DKI Ajak Warga Jakarta Kembali Perketat Cuci Tangan dan Masker
-
Tangis Staf Keuangan Pecah di Sidang MK: Melawan 'Pasal Jebakan' Atasan dalam KUHP Baru