Suara.com - Apa makna tradisi sungkem lebaran? Dan bagaimana sejarah sungkem lebaran? Simak penjelasannya berikut ini.
Salah satu tradisi Lebaran yang hampir dilakukan di seluruh wilayah Indonesia adalah sungkeman. Saat sungkeman orang-orang yang yang lebih muda datang ke rumah orang yang lebih tua. lalu apa sebenarnya makna dan sejarah dari tradisi sungkem Lebaran ini? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini dengan baik.
Makna Sungkem Lebaran
Secara umum sungkeman merupakan prosesi saling memaafkan yang dilakukan orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua. Sungkeman dilakukan dengan cara orang yang lebih muda bersimpuh di di hadapan orang yang lebih tua dan mencium tangannya sambil mengucapkan kalimat maaf.
Sementara tradisi sungkem yang dilakukan saat lebaran di Indonesia sejak dahulu memiliki makna mendalam.
Pertama, sungkem merupakan sarana masyarakat Jawa dalam melatih kerendahan hati. Dengan melakukan sungkem seseorang yang melakukan gesture merendah kepada orang yang lebih tua.
Kedua, sungkem merupakan perwujudan rasa terima kasih dan syukur seorang anak atau orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua.
Ketiga, makna sungkeman sebagai ritual penyadaran diri atau introspeksi jiwa-jiwa anak muda yang seringkali lupa bagaimana memperlakukan orang yang lebih tua dengan baik.
Sehingga tradisi sungkem lebaran dapat dimaknai sebagai sarana dalam membangun dan memperbaiki hubungan baik antara orang yang lebih tua dengan orang yang lebih muda.
Baca Juga: Kata Mutiara Idul Fitri 1442 H, Cocok Untuk Instastory
Asal Usul Tradisi Sungkem Lebaran
Prosesi sungkeman menjadi bagian dari akulturasi budaya Jawa dan Islam sama seperti halnya budaya mudik dalam perayaan Lebaran.
Para ulama di Jawa saat itu mampu secara arif memadukan kedua budaya tersebut untuk menciptakan kerukunan dan kesejahteraan masyarakat.
Tradisi sungkem Lebaran dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan. Sungkeman juga diharapkan dapat memantik budaya saling memaafkan dengan harapan dosa-dosa dan kesalahan antar sesama manusia dapat terhapus dan berguguran.
Sehingga tradisi sungkem lebaran dijalankan hampir di seluruh wilayah Indonesia dan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat nusantara pada waktu itu.
Ucapan yang benar saat sungkeman bisa dimulai dari ucapan selamat hari raya Idul Fitri dan dilanjutkan ucapan permohonan maaf dengan kerendahan hati. Bahasa yang digunakan saat sungkeman dapat menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah setempat.
Demikian penjelasan mengenai makna dan asal usul sungkem lebaran yang biasa kita lakukan saat hari raya Idul Fitri bersama keluarga dan kerabat dekat. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Yulia Kartika Dewi
Tag
Berita Terkait
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti
-
Menghidupi Kembali Tradisi Lokal: Menjaga Rinjani Lewat Sembeq Buraq
-
Merdeka Jadi Modern Tanpa Lupa Asal-Usul: Masih Bisa Bangga Punya Budaya Lokal?
-
Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang
-
Dosen UBBG dan Sanggar Aceh Art Dance Community Perkuat Pelestarian Tari Tradisi Aceh
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
-
Ada Aksi Demo, Rupiah Jadi Mata Uang Paling Lemah di Asia Hari Ini
-
Polisi Cegat Massa Aksi di Stasiun Kereta: Pelajar SMP-SMA Jadi Target
-
IHSG Dibuka Sempat Jatuh ke 6.390, Tapi Langsung Menghijau ke 6.400
-
Krisis Usia 25: Lepas dari Jebakan Timeline Media Sosial dan Temukan Rute Sendiri
-
Demo 27 Agustus 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Link Live CCTV untuk Pantau Situasi
-
Harga Minyak Turun Didorong Prospek Pembukaan Selat Hormuz
-
Dentuman Keras Iringi Erupsi Lewotobi Laki-laki, Radius 5 Kilometer Disterilkan!
-
Jelang Demo DPR, Harga Emas Antam Anjlok Lagi Jadi Rp2.723.000/Gram
-
Labirin Birokrasi Mau Dipangkas,UMKM Tak Perlu Pusing Cari Layanan