Suara.com - Permana Dikusuma bersama istri dan kedua anaknya terpaksa harus menjalani momen Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dari kamar karantina Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pak Nana, sapaan akrabnya, bercerita dia sekeluarga masuk ke Wisma Atlet sejak enam hari lalu setelah salah satu anaknya terkonfirmasi positif Covid-19 yang diduga terpapar di KRL lalu menulari ke anggota keluarga sesampainya di rumah.
"Saya anggap ini Allah sedang sayang dengan saya, disuruh istirahat diam dulu jangan kerja, jangan ke mana-mana, dikasih makan tempat tidur yang enak, dikontrol pagi siang sore," kata Pak Nana kepada Suara.com, Kamis (13/5/2021).
Pagi ini mereka menjalani Salat Id di Tower 6 Wisma Atlet, menurutnya situasi ini tidak menghilangkan suasana khusuk lebaran yang biasanya mereka rasakan tahun-tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah Lebaran di Wisma Atlet kita merasa nyaman, tenang, sangat serba teratur, serba enak. Tadi Salat Id di tower 6 lantai 12, semua dijaga dengan prokes yang ketat," ucapnya.
Dia mengaku, sebelumnya sudah berencana ingin mengunjungi orang tua di Sukabumi saat lebaran, namun terpaksa hanya bertemu secara virtual hari ini dari Wisma Atlet, apalagi pemerintah melarang mudik.
"Orang tua saya di Sukabumi sudah sendiri, awalnya mau ke sana, karena momen yang saya tunggu ya kumpul keluarga pas Lebaran. Tapi alhamdulillah dengan kondisi ini ya, kita syukuri," tutur Pak Nana.
Meski masih bisa merasakan makanan khas lebaran seperti ketupat dan opor ayam, Pak Nana menyebut ada yang kurang dari lebaran tahun ini karena tidak bisa makan bersama keluarga besar usai Salat Id.
"Tadi ada opor ketupat merasakan juga tadi makan dianterin sama keluarga, ternyata memang betul senikmat-nikmatnya manusia hidup walaupun bergelimpangan harta dan sebagainya ketika kita masuk sini kita baru berpikir yang paling berharga adalah kesehatan," katanya.
Baca Juga: Tenaga Medis Lebaran di Wisma Atlet: Video Call sampai Gambar Baju Hazmat
Pak Nana berpesan, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan dan kedisiplinan untuk menerapkan protokol 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
"Covid-19 itu memang ada, tapi jangan terlalu horror. Yang terpenting menjaga kesehatan dan prokes," tutup Pak Nana.
Diketahui, RSDC Wisma Atlet merawat 1.247 pasien positif Covid-19 (604 Pria, 643 wanita) per Rabu (12/5/2021), mereka semua pasien bergejala ringan hingga sedang yang dirawat di tower 4, 5, 6, dan 7.
Sejak beroperasi 23 Maret, RSD Wisma Atlet telah didatangi berbagai kategori pasien Covid-19 hingga jumlahnya mencapai 82.952 orang. Sebanyak 81.705 orang telah keluar dari RSD Wisma Atlet, yaitu karena sembuh sebanyak 80.780 orang, dirujuk ke RS lain sebanyak 838 orang, sementara meninggal dunia 87 orang.
Berita Terkait
-
PGAS Perluas Pasok Jargas ke Rusun Wisma Atlet
-
Tinjau Calon Sekolah Rakyat, Mensos Pastikan Wisma Atlet Jalak Harupat Cuma Sementara
-
Wisma Atlet Kemayoran Akan Dijadikan Hunian untuk Warga Miskin dan PNS
-
10 Tahun Penjara dan Bebas, Angelina Sondakh Pakai Heels Mewah Rp 14 Juta
-
DPRD Minta Pemprov DKI Pinjam Wisma Atlet untuk Warga Eks Kampung Bayam
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu