- Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghadapi kritik keras dari warga Israel akibat pengabaian kondisi masyarakat di tengah perang berkelanjutan.
- Warga mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah pusat dibandingkan perhatian pemerintah kota terhadap ancaman rudal.
- Kritik muncul atas agenda politik kontroversial pemerintah dan kurangnya solusi konkret bagi pelaku usaha dan militer.
Suara.com - Gelombang kritik keras mengarah ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dari dalam negeri di tengah situasi perang melawan Iran yang tak kunjung mereda.
Dilansir dari laporan media Israel, Ynet, sejumlah warga Israel menganggap pemerintah justru abai terhadap kondisi masyarakat yang terus hidup di bawah ancaman rudal.
Dalam kesaksian yang viral, seorang warga mengaku lebih diperhatikan oleh pihak kota dibanding pemerintah pusat.
“Saya ditelepon perwakilan pemerintah kota yang menanyakan kondisi saya, apakah saya punya perlindungan,” ujarnya.
Ia kemudian membandingkan dengan sikap pemerintah nasional. “Pemerintah tidak peduli pada warganya,” katanya.
Situasi di lapangan disebut semakin sulit, terutama bagi warga yang tidak memiliki perlindungan memadai dari serangan.
Banyak keluarga harus bolak-balik ke tempat perlindungan, bahkan anak-anak kesulitan menjalani aktivitas normal.
Kritik juga diarahkan pada kebijakan politik yang dinilai tidak tepat waktu, serta membuat video untuk meredam isu kematian Netanyahu.
“Di saat perang dan rakyat kesulitan, mereka justru membahas agenda politik kontroversial,” ungkapnya.
Baca Juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Pariwisata RI Terancam Kehilangan Devisa Rp184 Miliar Per Hari
Selain itu, para pelaku usaha dan warga yang menjalani wajib militer juga disebut belum mendapat solusi konkret untuk ekonomi mereka.
Kondisi ini memperburuk tekanan ekonomi dan sosial di tengah konflik berkepanjangan.
Isu lain yang disorot adalah peran Itamar Ben-Gvir dalam pemerintahan sebagai menteri pertahanan.
Penunjukannya kembali menjadi bahan kritik warga Israel di tengah situasi krisis nasional.
Di tengah berbagai tekanan tersebut, muncul kesan adanya jarak antara pemerintah dan rakyat.
“Ada yang hidup di dunia berbeda, aman dan terlindungi, sementara rakyat berjuang setiap hari,” ujarnya.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Anggaran Jebol! Ambisi Netanyahu Lawan Iran Seret Israel ke Krisis Ekonomi
-
Iran Mulai Longgarkan Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Nasib Kapal Pertamina yang Terjebak
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Israel Sibuk Tepis Rumor Kematian Netanyahu, Ini 5 Keanehan Video Terbaru PM Israel saat Sapa Warga
-
Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
Bantargebang Sudah Kritis, Pramono Anung Bakal Sanksi Warga Jakarta yang Tak Pilah Sampah
-
Sadis! Pasutri di Cirebon Habisi Nyawa Tukang Pijat Hamil 8 Bulan Demi Uang Rp83 Ribu
-
Pemulihan Pascabanjir Aceh Jelang Idul Fitri Disorot Media Asing
-
Anggaran Jebol! Ambisi Netanyahu Lawan Iran Seret Israel ke Krisis Ekonomi
-
Kemnaker Koordinasikan Mudik Gratis dengan 230 Armada Bus bagi 12.690 Pekerja dan Ojol
-
Manjakan Pemudik dan Wisatawan, Transjakarta Aktifkan Rute Pelabuhan Serta Siagakan Bus Wisata
-
Respons Wacana Pemotongan Gaji Menteri, Purbaya: Gak Apa-apa, Sudah Kegedean Juga
-
Eropa Kompak Tolak Ajakan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz: Ini Bukan Perang Kami
-
WN India Berkali-kali Lecehkan Pramugari dalam Pesawat Singapore Airlines
-
Indonesia Uji Model Data Karbon Global, Jawab Krisis Transparansi Pasar