Suara.com - Masyarakat Indonesia kembali harus kehilangan seorang figur publik yang getol menyuarakan toleransi. Hari ini, Sabtu, 15 Maret 2021, dikabarkan bahwa Birgaldo Sinaga meninggal dunia akibat virus Covid-19 yang menyerangnya. Sebelumnya diketahui bahwa ia beberapa kali mengunggah konten di media sosial miliknya untuk mengabarkan kondisinya yang terus menurun setelah beberapa hari berjuang melawan Covid-19.
Meninggal Dunia Setelah Beberapa Hari Berjuang
Sebelum meninggal dunia pada hari ini, mendiang sempat mengunggah beberapa konten terkait kondisinya. Pertama mengenai pengakuannya bahwa ia terserang Covid-19, dan telah mengalami beberapa gejala (seperti demam tinggi, mual, nyeri, pusing, dan batuk). Kemudian ia dirawat di salah satu rumah sakit di Batam untuk mendapatkan penanganan intensif.
Sepekan kemudian, tepatnya hari ini, ia dikabarkan telah meninggal dunia di rumah sakit yang sama. Kondisi terakhir diketahui bahwa Birgaldo telah mengalami batuk darah, yang ditengarai menjadi pertanda virus Covid-19 yang menyerang telah menimbulkan dampak yang cukup parah. Kabar ini sendiri dikonfirmasi oleh Denny Siregar, sahabat sekaligus sesama pegiat media sosial, melalui unggahan di media sosialnya.
Belasungkawa dari Sahabat dan Rekan-Rekan
Ucapan belasungkawa sontak berdatangan menanggapi kabar duka dari Birgaldo Sinaga ini. Denny Siregar, yang juga merupakan pegiat media sosial dan aktivis, mengungkapkan belasungkawanya melalui unggahan di media sosial. Hal yang sama juga dilakukan oleh Lindayani, sesama aktivis yang vokal di Facebook. Ia mengabarkan bahwa Birgaldo telah berpulang pada pukul 06.00 WIB di Batam, dan meninggalkan seorang istri dan anak.
Selain rekan aktivis, Basuki Tjahaja Purnama, yang sempat banyak mendapatkan bantuan dari Birgaldo ketika ia menghadapi kasus penistaan agama, juga turut mengungkapkan belasungkawanya. Komisaris Utama Pertamina ini mengungkapkan rasa belasungkawa sekaligus ucapan terimakasih atas segala kerja keras dan dukungan selama ia menjalani proses hukum beberapa waktu yang lalu.
Sosok Birgaldo Sinaga yang meninggal dunia pagi ini mungkin telah banyak diketahui publik dari segala sepak terjangnya di Indonesia. Mulai menjadi kader partai, kemudian aktivis, hingga kemudian menjadi sosok yang vokal menyuarakan toleransi, kabar ini tentu jadi duka mendalam untuk banyak orang di Indonesia. Rest In Peace, Birgaldo Sinaga.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Baca Juga: Profil Birgaldo Sinaga, Pegiat Media Sosial dan Pejuang Toleransi
Berita Terkait
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar
-
Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait
-
SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten
-
Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres
-
Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar
-
Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus