News / Internasional
Selasa, 12 Mei 2026 | 14:28 WIB
Rekam jejak Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte. (Instagram/@indaysarasupremacy)
Baca 10 detik
  • Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, menghadapi pemakzulan oleh Dewan Perwakilan Rakyat akibat tuduhan penyalahgunaan dana publik yang mencurigakan.
  • Konflik politik memuncak setelah Sara diduga melontarkan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan keluarganya pada 2024.
  • Perseteruan dua dinasti politik ini memperuncing tensi elite Filipina menjelang Pemilu 2028 melalui penggunaan jalur hukum formal.

Suara.com - Ambisi Sara Duterte untuk mengikuti jejak ayahnya, Rodrigo Duterte menuju kursi presiden Filipina menghadapi ancaman serius setelah dirinya kembali dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Filipina.

Wakil Presiden Filipina itu dituduh menyalahgunakan dana publik serta memiliki kekayaan yang dipertanyakan asal-usulnya.

Namun, tuduhan yang paling menyita perhatian berkaitan dengan pernyataannya yang dianggap mengancam Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan keluarganya.

Mengutip The Guardian, Selasa (12/5/2026), konflik politik antara keluarga Duterte dan Marcos kini berkembang menjadi pertarungan elite terbesar di Filipina menjelang Pemilu 2028.

Persaingan dua dinasti politik itu bahkan disebut semakin tajam dengan penggunaan jalur hukum sebagai senjata politik.

Sosok Sara Duterte dan Jejak Politiknya

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte (instagram)

Sara Duterte merupakan putri sulung mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Sebelum masuk politik, ia berprofesi sebagai pengacara.

Karier politiknya dimulai di Davao City, basis kekuatan keluarga Duterte di Filipina selatan.

Sara sempat menjabat Wakil Wali Kota Davao sebelum menggantikan ayahnya sebagai wali kota pada 2010.

Di dunia politik Filipina, Sara dikenal memiliki gaya kepemimpinan keras dan populis yang dianggap mirip dengan Rodrigo Duterte.

Baca Juga: Mengenal Barong Tagalog, Busana Khas Filipina yang Dipakai Prabowo di KTT ke-48 ASEAN

Ia juga membangun citra sebagai figur tegas yang dekat dengan masyarakat akar rumput.

Namanya mulai dikenal luas secara internasional setelah insiden pada 2011 ketika ia memukul seorang petugas pengadilan saat sengketa pembongkaran kawasan kumuh di Davao.

Peristiwa itu membuat Sara mendapat julukan 'the slugger'.

Selain dikenal gemar mengendarai motor besar, Sara Duterte juga sempat menjadi salah satu kandidat paling populer menjelang Pemilu Filipina 2022.

Pada akhirnya, ia memilih maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr., putra mantan Presiden Ferdinand Marcos.

Koalisi 'UniTeam' saat itu berhasil memenangkan pemilu, meski menuai kritik dari kelompok prodemokrasi karena dianggap memperkuat politik dinasti di Filipina.

Load More