Suara.com - Sebuah bom meledak di sebuah masjid yang berada di kota Kabul, Afghanistan, saat para jemaah menunaikan shalat Jumat, akibatnya 12 orang termasuk imam tewas.
Menyadur Sky News, Sabtu (15/5/2021) selain korban jiwa, 15 orang terluka, termasuk setidaknya satu bocah, dalam ledakan yang terjadi di distrik Shakar Dara.
Juru bicara polisi Afghanistan Ferdaws Faramarz mengungkapkan jika kemungkinan sang imam, yang diketahui bernama Mofti Noman, adalah target utama bom tersebut.
Pemboman itu terjadi pada hari kedua dari gencatan senjata selama tiga hari yang diumumkan oleh Taliban saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Pemerintah Afghanistan juga setuju untuk mematuhi gencatan senjata tersebut.
Hingga kini, belum ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu.
Pemboman tersebut terjadi saat pasukan AS dan NATO diatrik dalam gelombang terakhir dari negara yang dilanda perang itu.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengutuk serangan masjid itu dan membantah ada hubungan pemberontak. Dia menuduh badan intelijen Afghanistan bertanggung jawab atas ledakan itu.
Seorang jemaah bernama Muhibullah Sahebzada mengatakan dia baru saja tiba saat ledakan terjadi. Dia menceritakan bagaimana dia mendengar anak-anak berteriak saat asap memenuhi masjid.
Baca Juga: AS Kembali Sita Sarung Tangan Medis dari Malaysia, Nilainya Capai Rp 7 M
Tampaknya alat peledak disembunyikan di dalam mimbar di depan masjid, kata Sahebzada. "Saya takut ledakan kedua jadi saya segera pulang ke rumah saya," jelasnya.
Itu terjadi hanya beberapa hari setelah serangan bom mobil yang dahsyat merenggut puluhan nyawa termasuk banyak siswa. Taliban membantah terlibat dan mengutuk serangan itu.
Awal pekan ini, pasukan AS meninggalkan pangkalan udara Kandahar selatan, tempat beberapa pasukan NATO masih bertahan.
Lebih dari 30.000 tentara AS ditempatkan di wilayah itu yang juga sebagai wilayah jantung pasukan Taliban selama puncak perang.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS